Berita

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Prabowo Gerah Izin Investasi Berbelit, Legislator PDIP: Solusinya Satu Data Indonesia!

KAMIS, 14 MEI 2026 | 09:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keluhan Presiden Prabowo Subianto terkait proses perizinan investasi yang bisa molor hingga satu sampai dua tahun mendapat sorotan dari Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka.

Menurut Rieke, lambatnya proses investasi di Indonesia tidak lepas dari persoalan birokrasi yang rumit dan tumpang tindih data antarinstansi.

Di tengah upaya pemerintah mendorong kemudahan berusaha, persoalan data dan koordinasi dinilai masih menjadi penghambat utama masuknya investasi.


Atas dasar itu, pihaknya merekomendasikan Satu Data Indonesia (SDI) lantaran mampu mengintegrasikan antara data spasial dan numerik. Bukan sekadar wacana, ini menjadi fondasi perencanaan pembangunan agar terencana, terukur, dan tepat sasaran.

"Konsep ini dikenal sebagai Evidence?Based Governance, yang hanya bisa bekerja optimal jika tertuang dalam Sistem Pemerintahan Digital yang utuh. Dengan SDI, proses perizinan tak lagi bergantung pada "orang dalam" atau lembar demi lembar aturan teknis sektoral yang kerap saling bertentangan," kata Rieke dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026

Ia  menilai pemerintah dan DPR perlu segera mengesahkan RUU Satu Data Indonesia agar memiliki dasar hukum yang kuat.

Menurutnya, tanpa regulasi yang jelas, ego sektoral dan persoalan tumpang tindih data akan terus menjadi penyebab lambatnya proses investasi di Indonesia.

Ia juga meyakini penerapan SDI dapat menekan praktik pungutan liar sekaligus mempercepat pengurusan izin usaha.

“Saya yakin Presiden Prabowo dengan latar belakang militer sangat memahami pentingnya pembenahan data dasar negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rieke menjelaskan bahwa konsep SDI dirancang untuk menggambarkan kondisi, kebutuhan, dan potensi riil Indonesia, termasuk dalam mendukung investasi yang berorientasi pada kepentingan nasional dan penguatan industri dalam negeri.

“Data negara beres, izin cepat. Satu Data, Indonesia Bangkit, Maju, Sejahtera,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya