Berita

Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin. (Foto: RMOL/Achmad Satryo)

Politik

KPU Dukung RUU Satu Data, tapi Coklit Tetap Dijalankan

RABU, 13 MEI 2026 | 21:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia yang tengah dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mendapat dukungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin menjelaskan, inisiatif DPR untuk membuat regulasi tentang pentingnya pengelolaan data yang terintegrasi itu, merupakan langkah yang akan berdampak positif.

"Kita berharap sih ya, yang pasti efisiensi dan kebaikan untuk pemilu ke depan. Ada rekomendasi atau masukan dari penyelenggara, pasti nanti kita sampaikan," ujar dia saat ditemui di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Mei 2026.


Meskipun begitu, Afif memastikan dalam mekanisme penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan umum (pemilu), akan tetap melalui tahapan dan mekanisme berjenjang.

Menurutnya, hal itu tetap diperlukan untuk memastikan akurasi data kependudukan yang masuk kategori pemilih, sehingga tidak ada hal-hal yang melanggar peraturan perundang-undangan.

"Itu kan tetap satu data, coklit (pencocokan dan penelitian) kan memastikan. Kan tidak semua data yang ada itu semuanya pemilih. Kalau orang masuk karena usia 17 tahun, tahu-tahu kemudian meninggal, itu kan yang dilakukan untuk memvalidasi atau memutakhirkan data," urai Afif.

"Termasuk orang yang ketika didata belum masuk 17 tahun, ketika tahun pemilu masuk 17 tahun kan jadi pemilih pemula. Jadi sifatnya seperti itu," sambungnya.

Lebih lanjut, Afif menegaskan posisi KPU RI tetap mendukung adanya integrasi satu data secara nasional, namun untuk data pemilih harus melalui proses coklit agar keabsahan dan kesesuaian kriteria pemilihan bisa berjalan dengan baik.

"Secara teknis memang butuh kedetailan kalau di data kita," demikian mantan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI itu menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya