Berita

Representative Image (Foto: Reuters)

Dunia

Rosatom Temui Prabowo, Tawarkan Kerja Sama Nuklir dengan RI

RABU, 13 MEI 2026 | 11:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Raksasa nuklir milik Rusia, Rosatom, membuka peluang baru kerja sama strategis dengan Indonesia setelah Direktur Utamanya, Alexey Likhachev, menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026. 

Dalam pernyataan resmi perusahaan, Rosatom mengungkap bahwa pembicaraan dengan Prabowo mencakup spektrum luas kerja sama nuklir sipil, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), pengembangan infrastruktur strategis, pendidikan dan pelatihan tenaga ahli, hingga pemanfaatan teknologi nuklir di luar sektor energi.

"Para pihak membahas potensi kerja sama Rusia-Indonesia dalam pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), infrastruktur nuklir, pelatihan personel, serta aplikasi non-energi teknologi nuklir," demikian pernyataan Rosatom, seperti dikutip Rabu, 12 Mei 2026.


Tak tanggung-tanggung, Rosatom menyatakan siap membawa teknologi nuklir komprehensif ke Indonesia, mulai dari PLTN konvensional berskala besar hingga reaktor modular kecil serta pembangkit listrik tenaga nuklir terapung yang dinilai cocok bagi karakter geografis Nusantara sebagai negara kepulauan.

"Kami siap menawarkan kepada Indonesia lokalisasi maksimum proses teknologi pada tahap konstruksi PLTN hingga tahap pemeliharaannya," kata Likachev usai bertemu Prabowo.

Menurut Likachev, konsep PLTN apung menjadi opsi paling realistis untuk fase awal pengembangan energi nuklir nasional, terutama dengan mempertimbangkan bentang garis pantai Indonesia yang luas dan ribuan pulau yang tersebar. 

Model ini dinilai mampu menjawab kebutuhan elektrifikasi wilayah terpencil sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia sejatinya tidak memulai dari nol. Selain telah memiliki reaktor penelitian, Indonesia disebut memiliki fondasi kuat dalam pengembangan sumber daya manusia nuklir, termasuk generasi muda profesional yang menempuh pendidikan di Rusia. 

Dengan target kapasitas 500 megawatt pada awal 2030, meningkat menjadi 7-8 gigawatt pada 2040-an, dan 35-37 gigawatt pada 2060-an, Rosatom menilai kebutuhan Indonesia pada pembangkit besar tak terhindarkan. 

"Hal itu berarti kita tak bisa melakukannya tanpa bantuan pembangkit besar berdaya 1.000 megawatt dan 1.200 megawatt. Kami (Rosatom) tahu cara membangunnya dalam iklim dan sistem regulasi yang berbeda," pungkas Likachev.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya