Berita

Ilustrasi (Sumber: Situs MCSI)

Bisnis

Enam Saham Unggulan Indonesia Terdepak dari MSCI Global Standard Index

RABU, 13 MEI 2026 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peta investasi pasar modal Indonesia kembali mendapat tekanan. MSCI Inc. resmi menghapus enam saham berkapitalisasi besar (large-cap) asal Indonesia dari daftar MSCI Global Standard Index dalam evaluasi Mei 2026.

Langkah ini menjadi sorotan karena tidak ada emiten baru dari Indonesia yang masuk sebagai pengganti. Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal melemahnya daya tarik pasar modal domestik di mata investor global.

Dalam pengumuman MSCI Indonesia Index terbaru yang dikutip dari situs resmi MSCI pada Rabu, 13 Mei 2026, enam saham yang dikeluarkan mayoritas berasal dari sektor energi, mineral, dan hilirisasi yang selama ini menjadi andalan pasar.


Di sektor hilirisasi dan tambang, saham yang terdepak meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Sementara dari sektor energi baru dan petrokimia, MSCI menghapus PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Adapun dari sektor sumber daya alam, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga keluar dari indeks global tersebut.

Tidak hanya pada kategori large-cap, penghapusan juga terjadi di segmen small-cap. Sejumlah emiten agribisnis besar seperti Astra Agro Lestari (AALI), Dharma Satya Nusantara (DSNG), dan Triputra Agro Persada (TAPG) turut keluar dari radar indeks MSCI.

Keputusan ini menghadirkan ironi tersendiri. Di tengah ambisi Indonesia membangun industri hilirisasi mineral dan ekosistem kendaraan listrik, investor global justru menunjukkan sikap lebih selektif terhadap kualitas pasar modal domestik.

Keluarnya saham-saham seperti AMMN dan BREN mengindikasikan bahwa kepemilikan cadangan mineral besar atau proyek energi hijau tidak lagi menjadi faktor utama dalam menarik investor institusional global.

Saat ini, perhatian investor lebih tertuju pada aspek fundamental yang lebih dalam, terutama terkait struktur kepemilikan saham, tingkat likuiditas, serta kualitas tata kelola perusahaan.

Konsentrasi kepemilikan saham pada kelompok pengendali dinilai dapat membatasi ruang bagi investor publik. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas free float atau jumlah saham beredar yang benar-benar likuid di pasar.

Selain itu, standar transparansi dan keterbukaan informasi kini menjadi perhatian utama. Metodologi MSCI yang ketat membuat emiten harus mampu memenuhi standar tata kelola dan keterbukaan yang konsisten untuk tetap menarik bagi investor global.

Dari sisi ekonomi, dampak keputusan ini dinilai cukup besar. MSCI Global Standard Index merupakan acuan utama bagi banyak manajer investasi global yang mengelola dana pasif bernilai triliunan dolar AS.

Dengan berkurangnya jumlah saham Indonesia di indeks tersebut, bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets berpotensi menyusut. Kondisi itu dapat memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar domestik dalam skala besar.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya