Berita

Senjata api yang berhasil diamankan personel Koops TNI Habema di Distrik Wame, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu, 9 Mei 2026. (Foto: Puspen TNI)

Pertahanan

Patroli TNI Berhasil Amankan Senpi Campuran Milik Anggota OPM

RABU, 13 MEI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Personel Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaksanakan patroli pengintaian dan penyisiran di Kampung Wame Kompleks, Distrik Wame, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu, 9 Mei 2026.

Pengintaian tersebut berhasil mengamankan senjata api laras pendek serta perlengkapan lainnya milik kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Kegiatan diawali dengan pergerakan tim patroli menuju sasaran. Setelah menempati kedudukan, personel melaksanakan pengintaian dan pemantauan situasi di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok separatis TPNPB OPM. 


Setelah kegiatan pemantauan dan pengintaian rampung, personel Satgas Koops TNI Habema langsung melaksanakan penyisiran di lokasi sasaran yang selama ini digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok separatis bersenjata OPM. 

Saat melakukan penyisiran dan pembersihan di dalam bangunan tersebut, personel menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM.

Dari hasil patroli tersebut, personel mengamankan satu pucuk senjata api campuran berupa pistol jenis airsoft gun Omega buatan Tiongkok, satu pucuk senapan angin, tujuh belas butir munisi kaliber 5,56 mm, tujuh butir munisi pistol kaliber 9 mm, satu butir munisi revolver kaliber 9 mm, serta sejumlah barang lainnya. 

Seluruh barang tersebut ditemukan di dalam sebuah tas yang berada di lantai ruang tengah bangunan utama.

Sesuai pelaksanaan patroli pada sasaran pertama, tim Satgas Koops TNI Habema kembali melaksanakan patroli, observasi menggunakan drone, dan pengamatan lanjutan terhadap sasaran kedua. Pengawasan dilakukan karena di dalam honai tersebut ditemukan bara api yang masih menyala sehingga diduga lokasi itu belum lama ditinggalkan.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan patroli serta penindakan keamanan secara terukur guna mempersempit ruang gerak kelompok separatis bersenjata OPM yang masih berupaya mengganggu keamanan masyarakat. 

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman serta kondusif,” ucap Wirya.

Satgas Koops TNI Habema menegaskan akan terus melaksanakan patroli pengintaian dan penindakan terukur di wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok separatis bersenjata OPM. 

“Kehadiran aparat diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang masih berupaya mengganggu keamanan di wilayah Papua Pegunungan,” pungkasnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya