Berita

Ilustrasi. (Foto: Market Bisnis)

Bisnis

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

SELASA, 12 MEI 2026 | 23:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) buka suara soal pelemahan Rupiah yang tembus ke level terlemah sepanjang sejarah pada Selasa, 12 Mei 2026. Pada penutupan perdagangan hari ini rupiah berada di level Rp17.529 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,66 persen.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan tekanan tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen global khususnya konflik di negara Teluk dan faktor musiman dari dalam negeri.

“Conflict di Middle East yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat sehingga mendorong naiknya harga minyak dan ketidakpastian global,” kata Destry dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.


Selain faktor eksternal, Destry menjelaskan kebutuhan Dolar AS di dalam negeri juga tengah meningkat seiring pembayaran utang luar negeri (ULN), hingga kebutuhan valuta asing untuk ibadah haji.

“Dari domestik, meningkatnya kebutuhan Dolar secara musiman seperti pembayaran ULN dan pembayaran dividen serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan Dolar di pasar domestik,” jelasnya.

Meski demikian, BI memastikan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas Rupiah melalui berbagai instrumen intervensi.

“BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun Non-Deliverable Forward (NDF) dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah,” beber dia.

Di tengah tekanan terhadap Rupiah, BI mengklaim kepercayaan investor asing terhadap aset keuangan domestik masih terjaga. Hal itu tercermin dari aliran modal asing yang masuk ke pasar obligasi dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“BI juga melihat confidence investor asing di aset portofolio terus membaik yang tercermin dari masuknya inflow, khususnya ke Pasar SBN dan SRBI selama bulan April sebesar Rp61,6 T,” tuturnya.

Destry juga memastikan likuiditas valuta asing di perbankan domestik masih memadai. Hingga akhir Maret 2026, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas tercatat mencapai 10,9 persen secara tahunan.

BI pun memperkirakan tekanan terhadap Rupiah hanya bersifat sementara dan akan mereda setelah kebutuhan musiman valuta asing menurun.

“BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya,” pungkas Destry.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya