Berita

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Air Tanah di Tengah Ancaman Elnino: Krisis yang Tidak Terlihat" yang diinisiasi Koalisi Air Tanah Jakarta (JATA) di Tebet, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. JATA)

Nusantara

DKI Bakal Modifikasi Cuaca Hadapi Kemarau Panjang

SELASA, 12 MEI 2026 | 20:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang melakukan modifikasi cuaca jika terjadi musim kemarau berkepanjangan.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Ruang, Nirwono Joga usai Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Air Tanah di Tengah Ancaman Elnino: Krisis yang Tidak Terlihat" yang diinisiasi Koalisi Air Tanah Jakarta (JATA).

Nirwono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta, PAM Jaya, dan elemen masyarakat, termasuk JATA harus bersama-sama berbagi peran untuk menjaga air.


"Kan ada yang tugasnya pemerintah regulasi, kemudian PAM penyediaan, sementara dari koalisi kan bisa mengawal pelaksanaan di lapangan," kata Niwono, di Posko JATA, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa 12 Mei 2026.

Terkait potensi kekeringan karena adanya fenomena El Nino Godzilla, kata Nirwono, upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan badan air yang ada, tadi kan sungai dan waduk.

"Kemudian, kalau tadi kita bicara modifikasi, pada saat musim hujan kemarin mengurangi curah hujan, sementara pada saat musim kemarau mendatangkan hujan," kata Nirwono.

Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM JAYA, Gatra Vaganza menyebut, penggunaan air tanah sebenarnya tidak sepenuhnya aman meski tampak jernih secara kasat mata.

"PAM Jaya terus mendorong masyarakat beralih ke air perpipaan. Kami juga berupaya meningkatkan debit air seiring bertambahnya pelanggan," kata Gatra.

Sementara itu, Koordinator Presidium JATA, Laode Kamaludin menjelaskan, hampir 40 persen warga Jakarta masih menggunakan air tanah dalam aktivitas sehari-hari.

"Eksploitasi air tanah membuat muka tanah Jakarta terus menurun tiap tahun, terutama Jakarta Utara. Bahkan usaha air isi ulang juga masih banyak memanfaatkan air tanah," kata Laode.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya