Berita

Bandara Ben Gurion Israel (Foto: MNA)

Global

Bandara Israel Ben Gurion Berubah Jadi Pangkalan Militer AS

SELASA, 12 MEI 2026 | 17:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, yang selama ini menjadi pintu utama mobilitas global Israel, kini dilaporkan berubah drastis menjadi pusat operasi militer Amerika Serikat.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel, Shmuel Zakay menilai dominasi aktivitas militer di bandara tersebut telah menggerus fungsi sipilnya secara signifikan. 

Dalam pertemuan dengan Menteri Transportasi Israel Miri Regev dan pejabat tinggi kementerian, Zakay menegaskan bahwa kondisi tersebut menghambat kembalinya maskapai asing sekaligus memperparah lonjakan harga tiket menjelang musim wisata musim panas.


“Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer akan merugikan kembalinya maskapai penerbangan asing dan mengancam stabilitas keuangan maskapai penerbangan Israel,” kata Zakay, seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Zakay, dampak serangan balasan Iran terhadap operasi militer gabungan AS-Israel telah mengguncang sektor penerbangan sipil di wilayah pendudukan. 

Sejumlah maskapai Israel terpaksa memindahkan armada mereka ke luar negeri demi keamanan, sementara sebagian pesawat hingga kini belum kembali.

“Bandara Ben Gurion telah menjadi pangkalan militer dengan aktivitas sipil yang terbatas,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa maskapai lokal yang lebih kecil seperti Israir, Arkia, dan Air Haifa berada di ambang ancaman finansial akibat pembatasan operasional, kenaikan biaya bahan bakar, dan melonjaknya tekanan permintaan penerbangan.
 
CEO Israir Uri Sirkis mengungkapkan bahwa dari total 17 pesawat yang biasa parkir di Ben Gurion, kini hanya empat yang diizinkan bermalam, situasi yang langsung menekan kapasitas layanan dan mendongkrak tarif penerbangan.

Dalam beberapa pekan terakhir, media Israel menampilkan gambar puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar, memenuhi area Ben Gurion di tengah dukungan militer Washington kepada Tel Aviv. 

Bahkan, laporan Channel 24 menyebut ratusan warga Israel menerima pembatalan reservasi hotel di Eilat karena fasilitas tersebut dialihkan untuk kebutuhan personel militer AS.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya