Berita

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Klaim Asuransi Jiwa Syariah Capai Triliunan Rupiah

SELASA, 12 MEI 2026 | 15:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor asuransi jiwa syariah di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Data industri menunjukkan jumlah tertanggung meningkat sekitar 60 persen, dari 15,4 juta menjadi 24,5 juta peserta.

Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah polis yang naik 9 persen menjadi 1,04 juta polis, sementara realisasi pembayaran klaim industri mencapai Rp4,31 triliun.

Di tengah tren positif tersebut, Prudential Syariah menjadi salah satu perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan bisnis cukup kuat. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan kontribusi bisnis baru sekitar Rp1 triliun atau tumbuh 31 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian itu membuat perusahaan menguasai sekitar 22 persen pangsa pasar asuransi jiwa syariah nasional.


Selain pertumbuhan bisnis, perusahaan juga mencatat total aset mencapai Rp8 triliun. Nilai tersebut mencerminkan penguatan fondasi keuangan perusahaan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk asuransi berbasis syariah.

Dari sisi layanan, pembayaran klaim dan manfaat sepanjang 2025 mencapai Rp2,2 triliun. Nilai tersebut setara dengan penyaluran sekitar Rp6 miliar per hari kepada peserta yang mengajukan klaim dan manfaat perlindungan.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, mengatakan perusahaan saat ini fokus memperluas akses perlindungan melalui inovasi layanan dan produk yang lebih terjangkau.

“Fokus kami bukan hanya menjadi yang terbesar, tapi menjadi yang paling relevan. Inovasi layanan berbasis AI dan produk yang terjangkau adalah cara kami memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki jaring pengaman yang sesuai dengan prinsip syariah,” ujar Iskandar di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Kondisi keuangan perusahaan juga tercermin dari tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang berada di atas ketentuan regulator. RBC Dana Perusahaan tercatat sebesar 1.496 persen, sedangkan RBC Dana Tabarru mencapai 209 persen.

Di sisi distribusi, perusahaan didukung lebih dari 64 ribu tenaga pemasar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain fokus pada bisnis, perusahaan juga menjalankan program edukasi literasi keuangan syariah yang diklaim telah menjangkau lebih dari 1 juta masyarakat.

Pertumbuhan industri asuransi jiwa syariah sepanjang 2025 dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial berbasis prinsip syariah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya