Berita

Visual kawah Gunung Lewotobi Laki-laki pada 9 Mei 2026/Badan Geologi

Nusantara

Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Status Jadi Siaga, Radius 5 KM Harus Dikosongkan!

SELASA, 12 MEI 2026 | 14:27 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kenaikan status ini mulai berlaku pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 13.00 WITA setelah terpantau adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam laporan resminya, Badan Geologi menjelaskan, suplai magma menguat dalam pengamatan periode 1–11 Mei 2026. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mencapai puncaknya pada angka 21–32 kejadian per hari.


"Fenomena ini mengindikasikan adanya suplai magma yang kuat dari kedalaman menuju sistem gunung api," kata Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan tertulis.

Selain itu, gempa Tremor Non-Harmonik juga tercatat tinggi dan persisten, yang menunjukkan bahwa sistem fluida di bagian dangkal gunung masih sangat aktif mengalami pergerakan kontinu.

Data deformasi dari tiltmeter di Stasiun Wolorona memperkuat kekhawatiran ini. Terdeteksi adanya tren inflasi atau penggelembungan pada tubuh gunung api yang menandakan akumulasi tekanan di dalam perut gunung sedang meningkat tajam.

Badan Geologi menyebutkan bahwa pola saat ini memiliki kemiripan dengan fase awal erupsi pada 2024. Meskipun belum menunjukkan tanda ledakan besar seperti 2025, potensi erupsi skala kecil hingga menengah sangat mungkin terjadi jika tekanan magmatik terus terakumulasi

Seiring dengan kenaikan status Siaga, otoritas memberikan sejumlah instruksi ketat bagi warga dan wisatawan:

Larangan Aktivitas: Masyarakat dilarang keras beraktivitas dalam radius 5 KM dari pusat erupsi.

Waspada Lahar Dingin: Warga di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di puncak, seperti di wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen, diminta waspada terhadap potensi banjir lahar saat hujan lebat.

Bahaya Abu Vulkanik: Warga diimbau menyiapkan masker untuk melindungi pernapasan, mengingat abu vulkanik juga berisiko mengganggu operasional penerbangan jika sebarannya meluas.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki dan PVMBG untuk memantau situasi terkini.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan hanya memantau informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi guna menghindari hoaks.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya