Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: AA)

Dunia

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

SELASA, 12 MEI 2026 | 13:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin geram karena tekanan Washington terhadap Kuba belum juga berhasil menumbangkan pemerintahan di negara itu.

Meski embargo ekonomi, pembatasan energi, dan sanksi terhadap jaringan bisnis Kuba terus diperketat, pemerintahan komunis di pulau Karibia itu justru masih bertahan, memicu frustrasi mendalam di Gedung Putih.

Laporan eksklusif NBC News menyebut Trump secara aktif menekan para penasihatnya dan mempertanyakan efektivitas strategi keras yang selama ini diterapkan. 


Presiden AS itu disebut tidak puas karena kampanye tekanan maksimum, termasuk pembatasan pasokan dan embargo minyak, belum mampu memicu perubahan rezim seperti yang diharapkan. 

“Trump telah menekan para penasihatnya dan mempertanyakan mengapa sanksi dan kampanye tekanan yang dilancarkan oleh pemerintahannya gagal memicu runtuhnya pemerintahan Kuba," ungkap laporan tersebut, seperti dikutip Selasa, 12 Mei 2026. 

Di tengah kebuntuan tersebut, Departemen Pertahanan AS dikabarkan mulai memperbarui rencana kontinjensi untuk kemungkinan aksi militer terhadap Kuba apabila diperintahkan langsung oleh Trump. 

Namun, sejumlah pejabat pemerintahan masih percaya Havana bisa tumbang dengan sendirinya sebelum akhir tahun tanpa perlu invasi terbuka. 

Ketegangan juga meningkat setelah CNN melaporkan lonjakan penerbangan intelijen militer AS di sekitar wilayah Kuba dalam beberapa pekan terakhir. 

Pesawat pengintai dan drone yang terlacak publik disebut beroperasi di dekat Havana serta Santiago de Cuba, menandakan Washington sedang memperketat pemantauan terhadap aktivitas militer dan infrastruktur strategis Kuba.

Pakar keamanan nasional FIU Gordon Institute for Public Policy, Randy Pestana, mengatakan penerbangan tersebut kemungkinan digunakan untuk memonitor pergerakan pejabat militer Kuba, kendaraan, hingga fasilitas sensitif yang diduga terkait kepentingan China. 

Menurutnya, operasi itu juga berfungsi sebagai instrumen tekanan psikologis untuk memperbesar tekanan terhadap pemerintah Kuba yang hingga kini menolak tunduk.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim Washington telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar 6 juta dolar AS dan menawarkan tambahan 100 juta dolar AS yang disebut belum disalurkan otoritas Kuba. 

Namun Havana membalas keras. Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez Parrilla menuding AS mencetuskan perang ekonomi yang telah menimbulkan kerugian miliaran dolar bagi rakyat Kuba.

Pekan lalu, Washington kembali menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan asing yang berbisnis dengan Kuba serta GAESA, konglomerat militer paling berpengaruh di negara itu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya