Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) (Foto: RMOL/ Faisal Aristama)

Politik

DPR Desak Pengawasan WNA Diperketat demi Cegah Indonesia Jadi Basis Judi Online

SELASA, 12 MEI 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penangkapan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam sindikat judi online internasional mendapat perhatian serius dari DPR RI. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pengawasan terhadap keberadaan WNA diperketat agar Indonesia tidak menjadi tempat berkembangnya jaringan perjudian daring lintas negara.

Menurut Puan, aparat terkait perlu melakukan langkah antisipasi secara serius dan berkelanjutan, termasuk melalui pengawasan keimigrasian. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah Indonesia dijadikan lokasi persinggahan maupun pusat operasi judi online internasional.

“Ya, kita harus melakukan antisipasi jangan sampai kemudian kalau kemudian ada pihak-pihak yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai tempat persinggahan atau sebagai tempat utama judi online, tentu saja itu jangan sampai terjadi,” kata Puan saat jumpa pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.


Politikus PDIP itu menegaskan, pengetatan pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah kasus terungkap. Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara berkala untuk mempersempit ruang gerak jaringan judi online internasional.

“Karena itu, pengetatan atau antisipasi terkait dengan hal itu ya harus dilakukan bukan hanya sekarang tapi secara berkala. Jadi hal ini penting karena ini juga untuk menjaga jangan sampai ini menjadi semakin luas dan melebar,” ujar Puan.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap markas sindikat judi online di kawasan Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap 320 WNA dan satu warga negara Indonesia (WNI). Mereka diduga memiliki peran berbeda-beda, mulai dari operator, admin, hingga customer service jaringan judi online internasional.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya