Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Agresif Tak Peduli Peringatan Trump

SELASA, 12 MEI 2026 | 08:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, seolah mengabaikan peringatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam kondisi kritis. 

Alih-alih khawatir pada isu geopolitik terbaru, investor di kawasan tampaknya lebih memilih fokus pada ketahanan ekonomi global dan kinerja perusahaan.

Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,22 persen dan ditutup di level 63.181,46. Kenaikan juga terjadi pada indeks Topix yang menguat 0,54 persen. 


Bursa Korea Selatan tampil paling agresif, dengan indeks Kospi melonjak lebih dari 2 persen setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 0,62 persen.

Di India, indeks saham utama naik sekitar 0,2 persen. Bursa Australia cenderung datar dengan indeks S&P/ASX 200 melemah tipis 0,37 persen. 

Perdagangan di Hong Kong juga relatif stagnan, dengan indeks Hang Seng bergerak nyaris tanpa perubahan di kisaran 26.406.

Penguatan bursa Asia terjadi meski pasar dibayangi ketidakpastian geopolitik setelah Trump kembali meragukan kelangsungan gencatan senjata AS-Iran. Trump bahkan menggambarkan kondisi kesepakatan tersebut seperti pasien kritis dengan peluang hidup hanya 1 persen.

“Saya akan mengatakan bahwa gencatan senjata ini berada dalam kondisi kritis, di mana dokter masuk dan berkata, ‘Tuan, orang yang Anda cintai hanya memiliki sekitar 1 persen kemungkinan untuk bertahan hidup,’” kata Trump.

Sebelumnya, Trump menyebut respons terbaru Iran terhadap proposal damai Washington sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”, sehingga memunculkan kekhawatiran baru soal potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Meski begitu, pelaku pasar global terlihat semakin kebal terhadap berbagai risiko besar. Chief Investment Officer GammaRoad Capital Partners, Jordan Rizzuto, mengatakan pasar saat ini berada dalam fase “prove-it-to-me market”, yakni investor tidak lagi mudah panik terhadap risiko kecuali benar-benar berdampak pada fundamental ekonomi dan laba perusahaan.

"Investor kini terbiasa membeli saham saat pasar melemah setelah beberapa tahun terakhir menghadapi pandemi, lonjakan inflasi, kenaikan suku bunga agresif, hingga perang dagang dan ancaman tarif," ujarnya.

Ia juga menilai derasnya aliran dana ke ETF leverage dan opsi beli ikut memperkuat reli pasar saham global. Strategi lindung nilai dari pelaku pasar besar membuat tekanan penurunan harga saham menjadi lebih terbatas.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya