Berita

Seleksi Taruna-Taruni Akpol yang digelar di SMKN 2 Palembang, Senin, 11 Mei 2026. (Foto: RMOLSumsel/Istimewa)

Presisi

Polda Sumsel Perketat Seleksi Taruna Akpol Demi Integritas

SELASA, 12 MEI 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polda Sumatera Selatan memperketat proses seleksi calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 melalui tahapan tes Computer Assisted Test (CAT) Asesmen Mental Ideologi (AMI) dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK). 

Seleksi yang digelar di SMKN 2 Palembang dan Ruang Assessment Lantai II Biro SDM Polda Sumsel pada Senin, 11 Mei 2026 itu menjadi bagian penting untuk menyaring calon perwira Polri yang memiliki loyalitas kebangsaan, integritas, dan mental kepribadian yang kuat.

Pelaksanaan tes berlangsung ketat dengan pengawasan internal maupun eksternal guna memastikan seluruh proses berjalan objektif dan transparan.


Tahapan ini merupakan bagian dari implementasi program transformasi SDM Polri Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Fokus utama asesmen yakni memastikan calon Taruna Akpol memiliki loyalitas penuh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setia kepada Pancasila dan UUD 1945, serta bebas dari pengaruh paham radikalisme maupun ideologi yang bertentangan dengan negara.

Kepala Biro SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo menegaskan asesmen mental ideologi menjadi filter utama dalam membentuk calon pemimpin Polri yang profesional dan berintegritas.

“Kami mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Tahapan ini penting untuk memastikan calon Taruna Akpol memiliki kualitas mental, integritas, dan loyalitas kebangsaan yang kuat,” ujar Sudrajad dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Selasa, 12 Mei 2026.

Penggunaan sistem CAT disebut menjadi langkah konkret Polda Sumsel dalam mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih dan bebas intervensi. Melalui sistem digital, hasil tes terekam otomatis sehingga meminimalisir manipulasi maupun permainan dalam seleksi.

Selain menguji wawasan ideologi kebangsaan, tes PMK juga memetakan karakter, kestabilan emosi, pola pikir, hingga kesiapan mental peserta menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan seluruh proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Seleksi ini bukan hanya mencari calon anggota Polri yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, mental ideologi yang kuat, dan mampu menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat,” tegasnya.

Usai pelaksanaan tes, panitia langsung melakukan integrasi data hasil ujian ke sistem pusat sebagai bagian dari mekanisme pengawasan nasional penerimaan Taruna dan Taruni Akpol 2026.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya