Berita

Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

SELASA, 12 MEI 2026 | 02:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota, menyoroti komentar Novel Baswedan terhadap film dokumenter Pesta Babi yang dinilai membangun persepsi negatif terhadap situasi Papua dan berpotensi memperkeruh kondisi sosial di Indonesia Timur.

Tokoh Indonesia Timur yang akrab dipanggil Manche ini mengaku bingung dengan cara pandang Novel Baswedan yang dinilai terlalu mudah menarik kesimpulan besar terhadap persoalan Papua hanya berdasarkan sudut pandang yang ditampilkan dalam film dokumenter tersebut.

“Kami bingung dengan jalan pikiran Novel Baswedan. Sebagai figur publik yang berada dalam lingkungan ASN Polri, mestinya memahami bahwa Papua adalah wilayah yang sensitif dan membutuhkan kehati-hatian dalam menyampaikan opini. Jangan sampai komentar terhadap film Pesta Babi justru membentuk stigma baru dan memperkeruh keadaan,” kata Manche dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026


Menurut dia, komentar Novel yang menyoroti dugaan eksploitasi konflik, pengungsian, hingga eskalasi keamanan di Papua berpotensi menggiring opini publik seolah-olah Papua hanya dipenuhi ketakutan, konflik, dan kekerasan, tanpa melihat realitas sosial secara utuh.

“Kalau narasi yang dibangun hanya soal konflik, militerisasi, dan penderitaan, tentu publik luar akan melihat Papua secara hitam-putih. Padahal masyarakat Papua hari ini sedang berjuang menjaga kedamaian, membangun ekonomi kampung, pendidikan anak-anak, dan memperkuat kehidupan adat,” ujarnya.

Manche menilai, sebuah film dokumenter tidak bisa dijadikan satu-satunya rujukan untuk menggambarkan kompleksitas Papua secara keseluruhan, apalagi jika kemudian diperkuat dengan komentar yang dinilai tendensius dan tidak berimbang.

“Film dokumenter harus dilihat secara kritis dan proporsional. Jangan sampai publik diarahkan pada opini tertentu tanpa menghadirkan konteks yang lengkap. Papua bukan hanya cerita konflik. Ada banyak kemajuan, ruang dialog, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan kehidupan masyarakat adat yang damai yang juga harus diangkat,” bebernya.

Ia juga mengingatkan bahwa figur publik memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga stabilitas sosial nasional, terlebih ketika berbicara mengenai Papua yang selama ini rentan terhadap polarisasi informasi dan propaganda.

“Sebagai bagian dari ASN Polri, mestinya lebih mengedepankan pendekatan yang menenangkan masyarakat, bukan justru memperbesar keresahan melalui narasi yang bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap upaya perdamaian di Papua,” tegasnya. 

Menurut dia, masyarakat Indonesia Timur saat ini justru sedang berupaya menjaga suasana damai dan membangun kepercayaan antarwarga di tengah berbagai tantangan sosial maupun keamanan.

“Kami orang Timur menjaga kedamaian di tanah kami sendiri. Karena itu kami berharap jangan ada pihak yang membuat kisruh baru lewat komentar yang tidak konstruktif. Papua membutuhkan solusi dan persatuan, bukan perang opini,” ujarnya.

Manche pun meminta semua pihak lebih bijak dalam mengangkat isu Papua agar tidak memperkuat stigma negatif terhadap masyarakat Indonesia Timur di mata nasional maupun internasional.

“Jangan jadikan Papua sebagai panggung narasi konflik yang terus diulang-ulang. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah rasa aman, pembangunan, dan masa depan yang lebih baik,” tutupnya.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya