Berita

Pencemaran Teluk Buli di Maluku Utara diduga oleh PT Aneka Tambang. (Foto: Istimewa)

Politik

Diduga Cemari Lingkungan, Anak Usaha ANTAM: Karena Curah Hujan Tinggi

SENIN, 11 MEI 2026 | 18:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dugaan pencemaran lingkungan PT Feni Halmahera Timur (Feni Haltim) muncul karena dampak cuaca, yakni curah hujan tinggi yang menyebabkan kolam endapan sedimen menguap.

Hal tersebut disampaikan anak perusahaan ANTAM itu, usai aktivitas pertambangannya menjadi sorotan karena diduga mencemari lingkungan di Kali Kukuba, Desa Buli Asal, Halmahera Timur, Maluku Utara.

Perwakilan PT Feni Haltim Andreas Lakafin mengatakan, kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu peningkatan aliran air limpasan dan sedimentasi di sejumlah titik area perusahaan.


"Curah hujan yang tinggi telah menjadi tantangan serius bagi kawasan industri di Indonesia, termasuk PT FHT di Halmahera Timur," ujar Andreas dalam keterangan tertulis, Senin 11 Mei 2026.

Sebagai langkah penanganan, kata dia, PT FHT menerapkan sejumlah metode teknis yang terintegrasi untuk meminimalisir dampak lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengendalian sedimen di kawasan operasional perusahaan.

"Langkah pertama adalah stabilisasi lereng di area RKEF Selatan dan Koropon," katanya.

Lebih lanjut Andreas menyebutkan, perusahaan memasang geotekstil seluas 12.600 meter persegi sebagai lapisan penguat tanah sekaligus pelindung dari erosi permukaan akibat tingginya debit air hujan.

Metode ini umum digunakan pada proyek-proyek infrastruktur berskala besar karena dinilai efektif menekan laju erosi pada lereng terbuka yang rawan longsor dan pengikisan.

Selain itu, PT FHT juga memasang silt curtain di area Jetty. Peralatan ini berfungsi sebagai penghalang sementara di perairan untuk memperlambat pergerakan air dan membantu proses pengendapan partikel sedimen sebelum menyebar lebih luas ke wilayah perairan sekitar.

"Langkah lain yang dinilai inovatif adalah penerapan sistem geotube di Muara Sungai Kukuba," sambungnya.

Teknologi ini bekerja menggunakan tabung geotekstil berpori tinggi yang mampu menyaring partikel sedimen, sementara air dengan kandungan padatan tersuspensi rendah dilepaskan secara bertahap ke lingkungan.

"Pendekatan tersebut disebut menjadi solusi jangka menengah dalam mengendalikan sedimentasi yang dipicu tingginya curah hujan di kawasan industri," jelasnya.

Tak hanya itu, masih kata Andreas, perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas drainase dan kolam sedimen. Yakni melakukan pengerukan endapan lumpur yang selama ini mengurangi daya tampung kolam eksisting.

"Melalui serangkaian langkah tersebut, PT FHT diharapkan tidak hanya mampu menangani dampak insiden lingkungan akibat cuaca ekstrem," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya