Berita

Jalan Prof Hamka, Kota Semarang. (Foto: Dishub Semarang)

Nusantara

Pemkot Semarang Perketat Jalur Prof Hamka

50 Truk Berat Dicegah Melintas Tiap Hari
SENIN, 11 MEI 2026 | 16:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah Kota Semarang terus memperketat pengawasan di koridor Jalan Prof Hamka sebagai langkah serius memutus rantai kecelakaan di kawasan rawan Tanjakan Silayur. 

Melalui pemasangan portal pembatas ketinggian 3,4 meter dan penjagaan intensif di Kedungpane serta Simpang Jrakah, sedikitnya 50 kendaraan berat setiap hari dicegah melintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kebijakan pembatasan kendaraan bertonase di atas 8 ton itu diberlakukan pada pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Selama jam tersebut, kendaraan berat diarahkan memutar balik atau menunggu hingga jam operasional berakhir.


Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Dody Febrianto mengatakan, pengawasan dilakukan setiap hari sebagai tindak lanjut evaluasi atas sejumlah insiden yang terjadi di kawasan Silayur.

“Rata-rata dalam sehari dari arah BSB melalui portal Wates Kedungpane maupun portal Jrakah, ada sekitar 50 kendaraan berat yang kami putarbalikkan. Mayoritas berasal dari Jakarta, Surabaya, hingga luar Jawa,” kata Dody, dikutip Senin 11 Mei 2026.

Menurut Dody, sebagian besar sopir mengaku belum mengetahui adanya pembatasan operasional maupun pemasangan portal di jalur tersebut. Karena itu, selain penindakan di lapangan, Dishub juga terus memperkuat sosialisasi agar pengemudi angkutan logistik memahami aturan sebelum memasuki wilayah Kota Semarang.

Pengawasan dilakukan bergantian di dua titik portal utama. Portal di Simpang Jrakah yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan pun telah diperbaiki agar pengendalian kendaraan dapat berjalan maksimal.

Tidak hanya truk besar, bus berukuran besar yang hendak melintas menuju Jalan Prof Hamka juga diarahkan menggunakan jalur alternatif atau menunggu hingga pembatasan berakhir.

Untuk mengantisipasi perpindahan arus kendaraan berat ke jalur alternatif, Dishub turut menerjunkan petugas patroli di kawasan Gunungpati menuju Boja. Langkah ini dilakukan karena kontur jalan yang sempit dan menanjak dinilai berisiko dilalui kendaraan bertonase besar.

“Kami patroli untuk memberikan imbauan agar kendaraan berat tidak melintas ke jalur Gunungpati karena kondisi jalannya cukup rawan,” kata Dody.

Pemkot Semarang menegaskan pengamanan koridor Prof Hamka bukan langkah sementara, melainkan bagian dari penataan lalu lintas jangka panjang guna memastikan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kejadian serupa terulang di kawasan Tanjakan Silayur.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya