Berita

PM India Narendra Modi (Foto: The Hindu)

Dunia

Modi Minta Rakyat India Hemat BBM hingga Batasi Liburan Luar Negeri

SENIN, 11 MEI 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan perubahan gaya hidup nasional kepada seluruh rakyatnya di tengah tekanan ekonomi global akibat lonjakan harga minyak mentah dan krisis energi yang dipicu perang Amerika Serikat-Iran. 

Dalam pidato selama 30 menit di Parade Grounds, Hyderabad, Minggu, 10 Mei 2026, Modi meminta warga mengambil langkah konkret demi menjaga ketahanan ekonomi India, mulai dari mengurangi konsumsi bahan bakar hingga menghentikan perjalanan luar negeri yang tidak mendesak.

Modi menegaskan bahwa patriotisme di era modern bukan hanya soal pengorbanan jiwa, melainkan juga kesediaan rakyat menjaga kepentingan nasional melalui keputusan ekonomi sehari-hari. 


Karena itu, ia meminta masyarakat menekan penggunaan bensin dan solar, beralih ke transportasi umum, metro, car-pooling, kendaraan listrik, serta memaksimalkan moda kereta api untuk distribusi barang.

Selain menahan wisata ke luar negeri, Modi juga mendorong rakyat India menghidupkan kembali kebiasaan masa pandemi Covid-19 seperti work from home, konferensi virtual, dan rapat daring guna mengurangi konsumsi energi nasional. 

"Karena harga bensin dan solar telah menjadi sangat mahal di seluruh dunia, adalah tanggung jawab kita untuk menghemat bahan bakar dan dengan demikian menghemat devisa yang dihabiskan untuk membeli bensin dan solar,” kata Modi, seperti dikutip dari The Hindu, Senin, 11 Mei 2026. 

Menurutnya, langkah sederhana namun kolektif akan menjadi benteng penting bagi India dalam menghadapi gejolak rantai pasok dunia, inflasi, dan tekanan harga pangan serta energi.

“Saat ini, yang dibutuhkan adalah kita memulai kembali praktik-praktik tersebut, karena hal itu akan demi kepentingan nasional, dan kita harus sekali lagi memprioritaskannya,” tegasnya.

Merujuk pada dampak pandemi Covid-19 dan perang Ukraina terhadap ekonomi global, Modi mengatakan dunia tengah menghadapi gangguan pasokan besar-besaran yang berdampak pada harga makanan, pupuk, dan bahan bakar. 

Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tetap melindungi petani India melalui subsidi pupuk, sehingga beban lonjakan harga internasional tidak sepenuhnya ditanggung sektor pertanian domestik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya