Berita

Warga negara asing (WNA) yang diamankan dalam pengungkapan kasus perjudian online. (Foto: Istimewa)

Publika

Negara Kita Bisa Jadi Surga Judol

SENIN, 11 MEI 2026 | 12:36 WIB

KAMBOJA dan Myanmar terkenal sebagai surganya judi online alias judol. Cuma, surganya sering digerebek pemerintah. 

Mereka kabur, dan kaburnya banyak ke negara kita. Tidak kurang 321 WNA ditangkap karena jadi operator judol. 

Coba kalau tak ditangkap, negeri kita ini tambah lagi status baru, surga judol. 


Indonesia hampir naik kasta jadi markas baru judol internasional Asia Tenggara. 

Lokasinya bukan di pulau terpencil atau bunker rahasia ala film mafia, tapi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Cuma beberapa kilometer dari Istana Merdeka. Dekat pusat kekuasaan negara. 

Di lokasi itu, 321 WNA mengoperasikan 75 situs judi online internasional dari satu gedung di jantung ibu kota. 

Mereka datang bukan untuk menikmati rendang, sate, atau healing di Bali. Mereka datang membawa misi modern, memastikan rakyat Asia Tenggara tetap rajin kalah slot sambil berharap scatter hitam turun seperti wahyu.

Yang bikin ngakak sekaligus miris, mereka masuk memakai visa wisata. Visa Wisata, wak. 

Sementara turis lain sibuk foto di Monas, rombongan ini check-in ke kantor dan kerja shift depan komputer. “Wonderful Indonesia” pelan-pelan berubah jadi “Wonderful Betting Operation.”

Komposisi para WNA ini sudah seperti miniatur ASEAN edisi gelap. Tiongkok jadi jumlah terbanyak, berperan sebagai operator inti dan teknisi IT. 

Kalau server judol tetap stabil 24 jam, kemungkinan ada tangan dingin mereka di balik monitor. 

Vietnam banyak direkrut jadi customer service, melayani pemain Asia Tenggara dengan keramahan yang sayangnya dipakai untuk menenangkan orang habis kalah slot. 

Myanmar sebagian adalah eks pekerja dari basis judol lama yang digempur aparat di sana. Laos masuk sebagai tenaga administrasi. 

Sementara Thailand disebut ikut bermain sebagai perekrut dan penghubung jaringan. 

Malaysia jumlahnya lebih kecil, tapi tetap ada yang terlibat. 

Yang paling senior? Tentu saja Kamboja, para veteran kasino digital Asia Tenggara yang sudah kenyang pengalaman mengelola “pabrik slot” di Phnom Penh sebelum digerebek aparat.

Begitu Kamboja dan Myanmar mulai panas karena penindakan, Indonesia diduga terlihat seperti tanah harapan baru. 

Internet cepat, gedung tersedia, dan pengawasan yang kadang seperti satpam komplek habis ronda subuh. 

Akhirnya mereka pindah ke sini sambil membawa ratusan pekerja lintas negara. 

Indonesia bukan sekadar tempat transit. Republik ini hampir berubah jadi kantor pusat baru industri judol regional.

Saat penggerebekan dilakukan, aparat menemukan puluhan komputer, data transaksi lintas negara, hingga sistem operasional rapi seperti kantor startup unicorn.

Bedanya kalau startup bakar duit investor, yang ini bakar duit rakyat kecil yang berharap hidup berubah lewat spin receh. 

Uang haramnya diduga muter lebih cepat dari kipas angin kos-kosan yang bunyinya kayak pesawat mau lepas landas.

Dari 321 orang, sebanyak 275 sudah ditetapkan tersangka. Sisanya masih menjalani pemeriksaan imigrasi. 

Tapi publik bukan cuma heran pada jumlah tersangka. Yang bikin rakyat melongo adalah pertanyaan sederhana, bagaimana mungkin ratusan WNA bisa tinggal, bekerja ilegal, dan menjalankan bisnis haram di gedung premium Jakarta Barat tanpa ada yang curiga?

Ini bukan tiga backpacker nyasar cari hostel murah. Ini 321 orang. 

Kalau mereka turun bareng ke warteg saja, ibu warteg pasti mikir ada syuting film perang Asia. Tapi anehnya, operasi sebesar ini bisa berjalan cukup lama sampai akhirnya digerebek. 

Di titik ini, teori rakyat mulai bekerja lebih cepat dari sinyal WiFi kantor pemerintahan. Bisik-bisik soal “backing” beterbangan di warung kopi sampai grup WA keluarga.

Lalu datang bagian paling absurd, distribusi tersangka. 150 orang dipindahkan ke Rudenim, 150 ke Ditjen Imigrasi, dan 21 ke Kantor Imigrasi Jakarta Barat. 

Cara pembagiannya lebih mirip distribusi bansos dari penanganan sindikat internasional. Tinggal kurang kupon antrean dan tulisan, “Satu keluarga maksimal satu operator judol.”

Ironinya benar-benar menampar. Negeri yang tiap hari pidato soal moral dan perang melawan judi ternyata sempat kecolongan markas kasino digital internasional dekat pusat kekuasaan negara. 

Garuda tampaknya bukan kalah kuat. Mungkin cuma terlalu sibuk seremoni, sementara naga judol sudah keburu pasang WiFi dan buka cabang.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya