Berita

Pelaksanaan car free day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Foto: Berita Jakarta)

Politik

Pramono Evaluasi CFD Rasuna Said agar Tak Ganggu Aktivitas Ibadah

SENIN, 11 MEI 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengevaluasi pelaksanaan car free day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Salah satu yang dikaji adalah jam operasional CFD agar tidak mengganggu aktivitas ibadah warga di sekitar lokasi.

Pramono mengatakan antusiasme masyarakat terhadap rencana CFD di Rasuna Said sangat tinggi. Namun, Pemprov DKI juga menerima masukan dari sejumlah tempat ibadah yang aktivitasnya berlangsung pada Minggu pagi.

“Ketika kita melakukan pencanangan HUT dan sekaligus pemilahan sampah dan juga rencana untuk Car Free Day yang ada di Rasuna Said, dapat saya sampaikan antusiasme publiknya luar biasa,” kata Pramono kepada wartawan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2026.


Menurut Pramono, sejumlah tempat ibadah meminta agar pelaksanaan CFD tidak mengganggu kegiatan ibadah yang umumnya dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

“Maka kami segera memutuskan untuk Rasuna Said pelaksanaan Car Free Day tetap dimulai 05.30 tetapi selesainya pasti akan lebih cepat dari itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep CFD di Rasuna Said nantinya akan berbeda dengan kawasan Sudirman-Thamrin. Untuk Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI berencana memulai CFD pukul 05.30 WIB, sementara jam berakhirnya masih dibahas.

“Tetapi yang untuk Sudirman-Thamrin kami akan mulai 05.30, selesai apakah jam 10.00 atau 09.30 nanti segera kami putuskan sebelum tanggal 1 Juni ini,” jelasnya.

Pramono menegaskan keputusan akhir mengenai jam operasional CFD akan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, khususnya agar kegiatan ibadah tetap berjalan nyaman.

“Tetapi khusus untuk Rasuna Said tentunya saya mempertimbangkan masukan saran dari masyarakat yang akan beribadah pada hari itu. Dan pasti nanti berbeda dengan di Sudirman-Thamrin,” tandasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya