Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Awan Gelap di Teheran, Sinyal Hijau bagi Dolar AS

SENIN, 11 MEI 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang greenback kembali menunjukkan ototnya di pasar global seiring dengan memanasnya tensi geopolitik dan solidnya data internal Amerika Serikat. 

Dikutip dari Trading zEconimocs, Senin 11 Mei 2026, indeks Dolar AS (DXY) merangkak naik menuju level 98,0, menghapus tren negatif pekan lalu. 

Penguatan ini didorong oleh status Dolar sebagai aset aman (safe haven) di tengah kebuntuan diplomatik antara Washington dan Teheran yang telah memasuki pekan kesepuluh.


Faktor-faktor yang menjaga keperkasaan DXY saat ini adalah karena sentimen pasar yang kembali beralih ke mode defensif setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan keras dengan menolak mentah-mentah proposal perdamaian dari Iran. 

Label "SAMA SEKALI TIDAK DITERIMA" yang dilontarkan Trump terhadap respons Teheran mempertegas bahwa resolusi konflik masih jauh dari kata sepakat.

Meskipun Iran menawarkan kompromi berupa pemindahan stok uranium ke negara ketiga, keengganan mereka untuk membongkar infrastruktur nuklir menjadi titik krusial yang menjaga ketegangan tetap tinggi. 

Dalam kondisi penuh ketidakpastian seperti ini, investor secara naluriah melepas aset berisiko dan beralih memborong Dolar AS, yang secara otomatis mengerek posisi DXY.

Selain faktor geopolitik, fundamental ekonomi Amerika Serikat memberikan fondasi kuat bagi penguatan Dolar. 

Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) bulan April mengejutkan pasar dengan penambahan 115.000 lapangan kerja, angka yang hampir dua kali lipat lebih tinggi dari ekspektasi awal sebesar 62.000.

Data tenaga kerja yang tangguh ini memberikan pesan jelas kepada pasar: ekonomi AS belum mendingin. 

Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga tahun ini. 

Suku bunga yang tetap tinggi di AS membuat aset berdenominasi Dolar menjadi lebih menarik dibandingkan mata uang lainnya, sehingga memberikan dukungan berkelanjutan bagi indeks DXY.

Pasar kini menantikan rilis data inflasi (CPI) bulan April untuk melihat sejauh mana lonjakan harga energi memengaruhi biaya hidup secara luas. 

Penguatan DXY seringkali memiliki hubungan unik dengan harga minyak; ketika konflik Timur Tengah mengancam pasokan energi dan menaikkan harga minyak, ekspektasi inflasi akan naik.

Jika data inflasi mendatang ternyata lebih tinggi dari perkiraan akibat mahalnya harga minyak, pasar akan berekspektasi bahwa The Fed mungkin tetap *hawkish* (ketat). 

Secara historis, dalam kondisi inflasi yang didorong oleh gangguan pasokan energi, Dolar AS cenderung tetap kuat karena fungsinya sebagai jangkar moneter global di tengah ketidakstabilan ekonomi.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya