Berita

Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra memeluk putrinya Paetongtarn Shinawatra setelah dibebaskan dari Penjara Pusat Klong Prem di Bangkok pada Senin, 11 Mei 2026 (Foto: AFP)

Global

Eks PM Thailand Thaksin Shinawarta Keluar dari Penjara

SENIN, 11 MEI 2026 | 11:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah delapan bulan mendekam di Penjara Klong Prem, Bangkok. 

Ia menjalani masa hukuman atas kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang menjeratnya terkait kepemimpinannya pada periode 2001-2006.

Kebebasan bersyarat tokoh berusia 76 tahun tersebut langsung menjadi sorotan nasional, menandai babak baru bagi figur paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial dalam politik Thailand modern.


Menurut laporan BBC, ratusan loyalis berbaju merah memadati area luar penjara untuk menyambut kepulangan Thaksin pada Senin waktu setempat, 11 Mei 2026.

Dengan rambut dipangkas pendek dan mengenakan kemeja putih, taipan yang pernah hidup dalam pengasingan selama hampir dua dekade itu muncul didampingi keluarga dekat, termasuk putrinya Paetongtarn Shinawatra, yang juga merupakan figur penting dalam dinasti politik keluarga Shinawatra.

Meski Partai Pheu Thai berupaya menegaskan bahwa Thaksin kini akan lebih banyak berada di belakang layar, spekulasi mengenai sejauh mana ia masih akan memainkan peran politik tetap mengemuka. 

Sejak kemenangan besarnya pada 2001, Thaksin dikenal sebagai pemimpin populis yang berhasil membangun basis kuat di kalangan rakyat pedesaan, tetapi pada saat yang sama memicu permusuhan mendalam dari kelompok konservatif, militer, dan elite kerajaan.

Namun Thailand yang kini dihadapi Thaksin bukan lagi panggung politik yang sama seperti dua dekade lalu. 

Saat dirinya dipenjara, Pheu Thai justru mengalami kemunduran serius dalam pemilu Februari, terlempar ke posisi ketiga dan kehilangan dominasi yang dulu menjadi ciri khas kubu Shinawatra. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar apakah Thaksin masih mampu menghidupkan kembali pengaruhnya, atau justru menjadi simbol berakhirnya era kejayaaannya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya