Berita

Kolase Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Presiden Didesak Copot Zulhas Imbas Kenaikan Harga Minyakita

SENIN, 11 MEI 2026 | 03:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita yang ingin dilakukan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Perdagangan diprediksi bakal membuat kehidupan rakyat makin susah.

Terkait itu, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (Gema) Nasional, Eko Saputra menyebut tata kelola minyak goreng yang buruk merupakan bentuk kegagalan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam menstabilkan harga.   

“Harga Minyakita yang semakin tinggi justru memperlihatkan adanya kegagalan koordinasi dan lemahnya pengawasan distribusi,” kata Eko dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 10 Mei 2026.
 

 
Ia juga menduga kondisi tersebut menjadi bukti masih bercokolnya mafia pangan yang bermain di balik kekacauan Minyakita.

“Jika Menko Pangan Zulkifli Hasan tidak mampu menjaga harga minyak goreng tetap stabil, maka tidak ada alasan untuk tetap dipertahankan,” ungkap Eko.
 
“Presiden tidak boleh diam. Jika pembantunya gagal bekerja, maka tindakan tegas harus segera diambil. Copot Menko Pangan sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat, bukan kepada elite yang gagal menjalankan amanah,” tegasnya.
 
Gema Nasional juga mendesak aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki potensi permainan distribusi, penimbunan, dan dugaan penyalahgunaan kebijakan yang menyebabkan harga Minyakita sulit dikendalikan.
 
“Presiden Prabowo harus segera mencopot dan mengganti Menko Pangan yang gagal menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Lakukan evaluasi total terhadap kebijakan distribusi dan pengawasan Minyakita,” pungkas Eko.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya berencana menaikkan HET Minyakita. Di tengah pasokan yang masih seret, harga Minyakita di lapangan bahkan disebut sudah menembus di atas Rp20 ribu per liter, jauh dari HET yang ditetapkan Rp15.700 per liter.
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya