Berita

Amien Rais. (Foto: Istimewa)

Politik

Siaga 98 Bela Sikap Diam Teddy Indra Wijaya

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

MINGGU, 10 MEI 2026 | 11:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sikap diam Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya terhadap pernyataan Amien Rais dinilai sebagai bentuk kedewasaan politik dan penghormatan terhadap tokoh senior nasional, bukan karena tidak mampu memberikan respons.

Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin mengatakan, bahwa dalam budaya politik Indonesia, sikap menahan diri justru memiliki nilai etika dan penghormatan yang tinggi, terutama ketika berhadapan dengan figur senior yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan demokrasi nasional.

"Sikap diam Seskab Teddy terhadap pernyataan Amien Rais dapat ditafsirkan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang lebih tua dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik nasional," kata Hasanuddin kepada RMOL, Minggu, 10 Mei 2026.


Hasanuddin kemudian mengutip pandangan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, terkait pentingnya adab dalam menyikapi perbedaan.

"'Hormatilah siapa pun, lebih-lebih kepada yang lebih tua, karena di situ letak adab dan kemuliaan manusia'," ujar Hasanuddin mengutip KH Ahmad Dahlan.

Menurut dia, tidak semua kritik atau pernyataan politik harus dibalas secara terbuka, apalagi jika pernyataan tersebut datang dari tokoh senior yang pernah memiliki pengaruh besar dalam dinamika demokrasi Indonesia.

"Sikap menahan diri justru sering dipandang sebagai etika dan bentuk penghargaan personal," tegas Hasanuddin.

Lebih lanjut, Siaga 98 berpandangan bahwa polemik tersebut sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung dengan tugas dan fungsi seorang Sekretaris Kabinet yang bekerja dalam ranah administrasi pemerintahan dan koordinasi kebijakan presiden.

"Respons terbuka dari Teddy bisa dianggap tidak relevan dengan tupoksinya dan justru berpotensi menyeret institusi ke dalam perdebatan politik yang tidak perlu," terang Hasanuddin.

Siaga 98 juga menilai pernyataan Amien Rais lebih merupakan manuver politik untuk menarik perhatian publik dengan memanfaatkan tingginya popularitas Teddy sebagai pejabat muda di lingkar kekuasaan.

"Dalam konteks politik modern, menyeret nama figur yang sedang menjadi perhatian publik sering kali efektif untuk mencuri panggung dan membangun kembali resonansi politik," tutur Hasanuddin.

Ia pun menilai pilihan Teddy untuk tetap diam justru menunjukkan kontrol diri dan ketenangan dalam menghadapi dinamika politik nasional.

"Kadang, diam justru menunjukkan kontrol diri, ketenangan, dan kemampuan memilah mana isu yang layak direspons secara institusional dan mana yang cukup dibiarkan berlalu sebagai bagian dari dinamika politik biasa," pungkas Hasanuddin.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya