Berita

Rahmah Sali Binti Sali alias Mak Ramlah, jemaah haji asal Aceh di Asrama Haji Aceh, Banda Aceh. (Foto: RMOLAceh/Helena Sari)

Nusantara

Mak Ramlah Semangat Naik Haji di Usia 101 Tahun

MINGGU, 10 MEI 2026 | 06:31 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tangannya tampak keriput dimakan usia, giginya terlihat tinggal satu. Namun senyum di wajah Rahmah Sali Binti Sali atau yang akrab disapa Mak Ramlah yang saat ini berusia 101 tak pernah pudar. 

Pada Jumat pagi, 8 Mei 2026, Mak Ramlah bersama sejumlah jemaah Haji Aceh Kloter 4 menjalani proses keberangkatan.

Di tengah ratusan calon jemaah haji lain yang memadati aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh, perempuan renta itu duduk tenang di kursi roda sambil mengenakan jilbab putih bersih. 


Sesekali ia menoleh ke kanan dan kiri, memperhatikan aktivitas para petugas yang sibuk melayani para tamu Allah.

Petugas membantu pemeriksaan kesehatan, pemasangan gelang identitas, pembagian paspor, living cost Baitul Asyi, hingga kartu Nusuk yang akan digunakan selama berada di Arab Saudi.

Di usianya yang telah mencapai 101 tahun, Mak Ramlah menjadi jemaah haji tertua di Aceh tahun ini. Namun usia senja tak membuat semangatnya surut. Wajahnya justru memancarkan kebahagiaan yang sulit disembunyikan.

“Badan saya juga masih sehat dan kuat, makan pun masih lancar,” kata Mak Ramlah, dikutip dari RMOLAceh.

Di balik tubuh renta itu, tersimpan perjalanan panjang menuju Baitullah. Perjalanan yang tidak datang secara instan, melainkan dipupuk dari kesabaran dan kebiasaan sederhana yang ia lakukan bertahun-tahun lalu di kampungnya.

Mak Ramlah berasal dari Alue Lhok, Aceh Tamiang. Namun karena salah satu anaknya tinggal di Kota Langsa, ia bergabung bersama jemaah asal Langsa untuk keberangkatan tahun ini.

Hidupnya sehari-hari masih diisi aktivitas rumah tangga seperti biasa. Meski telah melewati satu abad usia, ia mengaku masih memasak sendiri untuk anak-anaknya.

“Anak saya ada 13 orang. Waktu pertama kali diberi tahu oleh orang Kemenhaj Langsa kalau saya berangkat haji tahun ini, saya merasa sangat senang,” ujarnya seraya tersenyum kecil.

Bagi sebagian orang, usia di atas 100 tahun mungkin identik dengan keterbatasan fisik. Namun tidak bagi Mak Ramlah. Ia mengaku masih mampu berjalan sendiri tanpa tongkat. Bahkan pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel masih sanggup ia kerjakan.

“Sebelum berangkat ke asrama saya cuma minta sama Allah supaya jangan mabuk perjalanan, karena saya tidak biasa naik mobil jauh-jauh, biasanya naik motor. Alhamdulillah selama perjalanan tidak mabuk,” kata Mak Ramlah.

Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik bagi Mak Ramlah. Itu adalah mimpi panjang yang ia rawat dalam ibadahnya yang panjang.

Mak Ramlah tidak memiliki penghasilan besar. Tabungan hajinya dikumpulkan sedikit demi sedikit dari uang “jajan” yang diberikan anak-anaknya.

Dengan kesabaran seorang ibu, ia memilih menyimpan uang itu ketimbang menghabiskannya untuk kebutuhan lain. Bahkan keinginan membeli makanan kesukaannya pun kerap ia tahan demi cita-cita berhaji.

“Dulu waktu daftar haji saya nabung uang sedikit demi sedikit dari uang jajan yang dikasih sama Anak-anak," kata Mak Ramlah.

Cerita itu menjadi potret sederhana tentang ketekunan seorang ibu perkampungan yang memendam impian besar. 

Tidak ada kisah tentang harta melimpah atau usaha besar. Hanya tentang disiplin menyisihkan uang receh dari hari ke hari, dengan tujuan menatap tanah suci.

Semangat Mak Ramlah juga terlihat ketika mengikuti manasik haji sebelum keberangkatan. Ia tetap hadir mengikuti bimbingan meski harus bepergian menggunakan sepeda motor bersama anaknya di Langsa.

“Perginya bonceng-boncengan sama anak naik motor. Hari Minggu juga pergi manasik,” kata Mak Ramlah.

Di asrama haji, para jemaah lain sesekali menoleh ke arah Mak Ramlah. Beberapa tampak menyapa dan tersenyum hormat. Kehadirannya seperti membawa energi tersendiri bagi calon jemaah lain yang jauh lebih muda.

Mak Ramlah sendiri mengaku tidak memiliki permintaan muluk-muluk ketika nantinya berdiri di depan Kabah. Ia hanya ingin diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus beribadah.

“Soal resep sehat, saya tidak ada resep khusus. Saya makan apa saja, selain Kangkung sama bayam, karena badan terasa sakit kalau makan itu dua,” kata Mak Ramlah.

Bagi Mak Ramlah, perjalanan ini mungkin bukan hanya tentang memenuhi rukun Islam kelima. Ini adalah jawaban dari doa panjang yang dipelihara dalam diam selama bertahun-tahun. 

Dari uang jajan yang ditabung sedikit demi sedikit, dari perjalanan manasik naik motor, hingga doa agar tidak mabuk dalam perjalanan jauh.

Kini, di usia senjanya, perempuan itu akhirnya bersiap menatap Kabah untuk pertama kali. 

Semoga Mak Ramlah menjadi haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. Aamiin, aamiin ya rabbal ‘alamin.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya