Berita

Pencemaran Teluk Buli di Maluku Utara diduga oleh PT Aneka Tambang. (Foto: Istimewa)

Politik

Status PSN Bukan Alasan ANTAM Abai Keselamatan Lingkungan

SABTU, 09 MEI 2026 | 17:10 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Status mengerjakan proyek strategis nasional (PSN) tidak bisa menjadi alasan perusahaan abai pada keselamatan lingkungan.

Begitu dikatakan Pengamat Kebijakan Hukum Kehutanan Dan Konservasi asal Universitas Indonesia (UI) Budi Riyanto menanggapi viralnya dugaan pencemaran lingkungan aktifitas PT Feni Halmahera Timur (Feni Haltim), anak perusahaan ANTAM.

“PSN tidak ada kaitannya dengan perbuatan melawan hukum yang dilakukan perusahaan,” kata Budi kepada RMOL, Sabtu, 9 Mei 2026.


Dia menegaskan, jika dugaan pencemaran tersebut benar terjadi, maka perusahaan wajib diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Bila benar perusahaan yang bersangkutan melakukan pencemaran maka harus diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Pencemaran diduga terjadi di area sekitar Desa Buli Asal dan Wayafli, Kecamatan Maba. 

Di kawasan hulu, perusahaan bersama kontraktornya disebut tengah melakukan pembukaan lahan untuk pembangunan infrastruktur industri baterai kendaraan listrik.

Padahal, area tersebut selama ini menjadi jalur penting penopang ekosistem laut sekaligus sumber kehidupan masyarakat pesisir sekitar.

Akibat kondisi tersebut, nelayan disebut mulai kehilangan hasil tangkapan. Masyarakat juga khawatir ikan yang diperoleh telah tercemar dan tidak lagi aman dikonsumsi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya