Berita

Suasana setelah serangan udara Israel di Dahieh, Beirut, Lebanon, Rabu, 6 Mei 2026 (Foto: EPA)

Dunia

Komandan Hizbullah Malek Ballout Tewas dalam Serangan Israel di Beirut

KAMIS, 07 MEI 2026 | 15:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan di Lebanon kembali memuncak setelah serangan udara Israel menghantam kawasan Dahieh di pinggiran selatan Beirut, hingga menewaskan komandan senior Hizbullah, Malek Ballout. 

Serangan yang terjadi pada Rabu waktu setempat, 6 Mei 2026 858 menjadi yang pertama menyasar benteng utama Hizbullah di Beirut selatan dalam hampir sebulan terakhir.

Sumber dekat Hizbullah mengonfirmasi kepada AFP bahwa Ballout, komandan operasi di pasukan Radwan tewas dalam serangan tersebut. 


Ballout diketahui merupakan figur penting dalam Pasukan Radwan, unit elite Hizbullah yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung operasi militer kelompok tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan bahwa militernya memang menargetkan komandan pasukan Radwan Hizbullah.

Sementara kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan pesawat tempur Israel melancarkan serangan, menargetkan Ghobeiri, kawasan padat penduduk yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.

Sumber keamanan Lebanon menyebut rudal Israel menghantam sebuah apartemen tempat sejumlah pemimpin Radwan tengah menggelar pertemuan. 

Di lokasi kejadian, bangunan berubah menjadi puing-puing, sementara warga sipil berhamburan menyelamatkan diri dengan membawa barang seadanya. 

Banyak penduduk Dahieh sendiri sebelumnya telah meninggalkan kawasan itu sejak konflik regional meletus pada Maret lalu.

Gelombang serangan Israel pada hari yang sama juga menghantam wilayah Lebanon selatan dan timur, menewaskan sedikitnya 11 orang lainnya menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. 

Di kota Saksakiyeh, empat orang tewas dan 33 lainnya terluka, termasuk enam anak-anak dan empat perempuan, memperlihatkan besarnya dampak sipil dari eskalasi militer yang terus berlanjut.

Sejak perang pecah pada 2 Maret, lebih dari 2.700 orang di Lebanon dilaporkan tewas dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya