Berita

Menlu AS Marco Rubio (Foto: CNBC)

Dunia

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

RABU, 06 MEI 2026 | 17:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat menggencarkan manuver diplomatik di Dewan Keamanan (DK) PBB dengan menggandeng negara-negara Teluk guna menekan Iran agar menghentikan serangan dan ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan, rancangan resolusi yang diajukan Washington bersama Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar merupakan ujian besar bagi kredibilitas PBB, terutama setelah proposal serupa sebelumnya kandas akibat veto Rusia dan China.

“Tidak ada seorang pun yang ingin melihat hal ini diveto lagi, dan kami telah melakukan beberapa penyesuaian kecil pada bahasanya,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 6 Mei 2026.


Rubio menilai dunia kini menunggu apakah DK PBB benar-benar mampu menjalankan fungsinya dalam menjaga keamanan internasional. 

“Saya pikir ini adalah ujian sesungguhnya bagi PBB sebagai lembaga yang berfungsi,” ujarnya.

Draf resolusi tersebut mengecam dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran, termasuk aksi penyerangan, penanaman ranjau, serta ancaman penutupan dan pungutan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. 

Dokumen itu menuntut Teheran segera menghentikan serangan, membuka lokasi ranjau, dan tidak menghalangi operasi pembersihan maupun jalur bantuan kemanusiaan.

“Yang kami minta hanyalah agar mereka mengutuknya, menyerukan kepada Iran untuk berhenti meledakkan kapal, menyingkirkan ranjau-ranjau ini, dan mengizinkan bantuan kemanusiaan untuk masuk,” tegas Rubio.

Selain mendorong tekanan lewat jalur PBB, Washington juga menyiapkan Maritime Freedom Construct (MFC), koalisi maritim multinasional yang dirancang untuk membangun arsitektur keamanan pascakonflik di Timur Tengah serta memastikan Selat Hormuz kembali aman dilalui setelah situasi stabil.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya