Berita

Ilustrasi (Foto: Netzme)

Bisnis

Kemudahan Transaksi Lintas Batas: Menghubungkan Indonesia dan Tiongkok lewat QRIS

RABU, 06 MEI 2026 | 11:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bertransaksi di Tiongkok bukan lagi menjadi perkara rumit bagi masyarakat Indonesia. Berkat sinergi antara Bank Indonesia dan People's Bank of China dalam memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas, kini perjalanan internasional menjadi jauh lebih praktis. 

Melalui implementasi QRIS Antarnegara, hambatan tradisional seperti kerumitan menukar uang tunai atau kurs yang tidak menentu mulai tergantikan oleh sistem pembayaran digital yang efisien, inklusif, dan mendukung penggunaan mata uang lokal.

Kemudahan ini dirasakan secara nyata melalui peran PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) sebagai salah satu pelopor penyedia jasa pembayaran dalam integrasi tersebut. 


Bagi warga Indonesia yang sedang berkunjung ke Tiongkok, aplikasi Netzme Pay kini dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di merchant-merchant lokal hanya dengan memindai kode QR. Hal ini memastikan pengalaman bertransaksi di luar negeri terasa seakrab dan semudah bertransaksi di dalam negeri.

Inovasi ini juga membawa angin segar bagi ekosistem bisnis di tanah air, terutama bagi para pelaku UMKM. 

Melalui layanan Toko Netzme, para pedagang lokal kini memiliki akses untuk menerima pembayaran dari wisatawan asal Tiongkok yang menggunakan aplikasi Alipay atau UnionPay. Menariknya, sistem ini memungkinkan merchant menerima dana dalam bentuk Rupiah secara otomatis, sehingga produktivitas usaha tetap terjaga tanpa harus berurusan dengan prosedur valuta asing yang kompleks.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra, menegaskan bahwa perkembangan ini merupakan langkah besar bagi kesiapan pelaku usaha lokal di kancah global. 

Menurutnya, QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok bukan sekadar fitur pembayaran baru, melainkan infrastruktur yang membuat UMKM Indonesia lebih siap melayani konsumen global, terutama wisatawan dan pelaku perjalanan dari Tiongkok.

"Sebagai PJP yang berperan di sisi issuer dan acquirer, Netzme dapat menghadirkan manfaat di dua sisi antara lain pengguna Indonesia dapat bertransaksi lebih mudah di Tiongkok melalui Netzme Pay, sementara merchant Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan Tiongkok melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox Netzme,” ungkap Vicky.

Langkah ini didukung oleh fakta bahwa QRIS telah menjadi tulang punggung transaksi ritel di Indonesia, dengan jangkauan yang kini melebihi 44 juta merchant dan 61,7 juta pengguna hingga triwulan pertama tahun 2026. 

Fokus Netzme ke depan adalah memastikan bahwa inovasi semacam ini benar-benar dapat diimplementasikan secara praktis oleh para merchant di lapangan, salah satunya melalui dukungan perangkat QRIS Soundbox yang memberikan konfirmasi pembayaran secara instan dan rapi.

Untuk memperdalam pemahaman pelaku usaha mengenai potensi pasar global, terdapat pula inisiatif bagi merchant terpilih untuk mengikuti perjalanan edukatif ke Tiongkok. 

Melalui program ini, para pemilik usaha diharapkan dapat melihat langsung bagaimana transformasi digital mampu membuka pintu gerbang bagi pelanggan lintas negara. Penjelasan mendalam mengenai integrasi teknologi ini serta layanan terkait dapat dipelajari lebih lanjut melalui kanal komunikasi resmi di situs Netzme.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya