Ilustrasi. (Foto: AI)
Ilustrasi. (Foto: AI)
Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Melky Nahar, menilai pendekatan tersebut berpotensi mengaburkan pelanggaran yang terjadi di lapangan.
“Setelah membayar sejumlah uang denda, pelaku bisa langsung beroperasi kembali di lokasi yang sama. Hal ini jelas mengabaikan prinsip keadilan ekologis serta hak-hak masyarakat yang terkena dampak,” ujar Melky dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Populer
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19
UPDATE
Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21
Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09
Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05
Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41
Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10
Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04
Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28
Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06
Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01
Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34