Berita

Aksi unjuk rasa di Samarinda, Kalimantan Timur, memanas hingga Selasa malam, 21 April 2026. (Foto: Warganet)

Publika

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Kepung DPRD Demi Hak Angket Digulirkan
SENIN, 04 MEI 2026 | 03:27 WIB

JANGAN kasih kendor, pesan kawan di Kalimantan Timur alias Kaltim. Sebagai kawan satu daratan dengan Kalbar, rakyat Kaltim bukan kaleng-kaleng. 

Usai demo besar 21 April lalu, mereka akan turun lagi. Demo memastikan Hak Angket benar-benar digulirkan secara konstitusi. Bila ini terjadi, Rudy Mas’ud di ujung tanduk. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Senin 4 Mei 2026, Samarinda kembali disulap jadi panggung epik bertajuk “May Day Melawan: Season 2”. Ribuan rakyat Kaltim mulai dari mahasiswa, buruh, dan warga yang sudah muak jadi figuran, bakal turun lagi. 


Targetnya jelas, Gedung DPRD Kaltim. Bukan untuk wisata demokrasi, tapi buat nagih janji yang kemarin diobral murah kayak diskon akhir bulan.

Masih ingat episode 21 April? Aksi “Kaltim Darurat 214” yang bikin kota bergetar. Di atas kertas, hasilnya wah. Tujuh fraksi DPRD Kaltim kompak mendukung Hak Angket. 

Pakta Integritas ditandatangani. Tepuk tangan menggema. Rakyat sempat percaya, sebentar saja. Karena setelah lampu kamera mati, yang tersisa cuma dialog klasik. “Kita bahas lagi.” 

Hak Angket pun berubah jadi benda mistis. Terlihat dalam janji, hilang dalam realisasi. Rapat pimpinan molor. 

Alasan prosedur digoreng. Sementara juru bicara seperti Subandi dan Nurhadi melempar teaser, “dibahas lagi 4 Mei.” Lah ini demo juga 4 Mei. Sinkron banget, kayak settingan atau kebetulan yang terlalu niat.

Sementara itu, bahan bakar kemarahan rakyat bukan kaleng-kaleng. Ada pengadaan mobil dinas mewah Rp8,5 miliar di saat jalan masih lebih cocok buat uji suspensi dari dilalui manusia. 

Ada renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur Rp25 miliar. Lengkap dengan kursi pijat dan akuarium air laut. 

Rakyat mikir. Ini rumah jabatan atau resort healing pejabat? Belum lagi anggaran tim ahli yang jumbo. Seolah negeri ini kekurangan otak sampai harus impor pemikiran dengan harga premium.

Gubernur Rudy Mas’ud bilang siap buka data. Bagus, itu standar minimal, bukan prestasi luar biasa. Karena rakyat sekarang bukan lagi penonton yang gampang terharu sama pidato. Mereka sudah naik level. 

Dari “percaya” jadi “periksa”. Hak Angket itu bukan aksesoris demokrasi, tapi alat bedah. Kalau cuma dipajang, ya sama saja seperti stetoskop dipakai buat gaya-gayaan.

Isu pergantian Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud juga sempat dilempar ke publik. Tapi rakyat sudah kenyang pengalaman. Ganti orang tanpa ganti sistem itu ibarat ganti sopir tapi mobilnya tetap mogok. Jalan di tempat, tapi klaimnya perjalanan jauh.

Besok adalah titik didih. Rakyat Kaltim datang bukan untuk selfie di depan gedung DPRD atau dengar janji versi remix. Mereka datang untuk memastikan, Hak Angket benar-benar digulirkan. 

Bukan dikubur pelan-pelan dengan alasan birokrasi yang lentur seperti karet. Kalau hari ini masih ditunda, jangan kaget besok-besok aksi berubah dari gelombang jadi tsunami politik.

Ini bukan lagi soal demo. Ini soal siapa yang benar-benar bekerja untuk rakyat, dan siapa yang hanya bekerja untuk menjaga kursi tetap empuk.

Esok, rakyat tidak datang untuk meminta. Mereka datang untuk menagih. Kali ini, nota politiknya sudah jatuh tempo.

Ketika kekuasaan terlalu lama sibuk merawat kenyamanan sendiri, rakyat akan datang mengingatkan dengan cara yang tidak nyaman. Janji politik bukan dekorasi pidato, tapi utang harus dibayar dengan tindakan nyata. 

Hak angket, transparansi, dan keberanian mengambil sikap bukan sekadar formalitas, melainkan ukuran apakah wakil rakyat masih berpihak atau sudah larut dalam lingkaran elite. 

Jika suara publik terus diabaikan, jangan salahkan rakyat ketika mereka memilih berbicara lebih keras. Karena, demokrasi sehat bukan yang sunyi, tapi berani dikoreksi.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya