Berita

Gubernur Sinaloa Rubén Rocha Moya (Foto: AP)

Dunia

Gubernur dan Wali Kota Meksiko Mundur usai Diguncang Dakwaan Kartel oleh AS

MINGGU, 03 MEI 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badai politik besar menerpa Meksiko setelah Amerika Serikat melayangkan dakwaan mengejutkan terhadap 10 pejabat politik dan aparat keamanan atas dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan narkoba.

Skandal tersebut langsung mengguncang fondasi politik nasional, terutama karena dua nama sentral yang terseret adalah Gubernur Sinaloa Rubén Rocha Moya dan Wali Kota Culiacán Juan de Dios Gámez Mendívil, yang sama-sama berasal dari partai Morena, kendaraan politik Presiden Claudia Sheinbaum.

Di tengah tekanan domestik dan internasional, Rocha akhirnya mengumumkan pengunduran diri sementara dari kursi gubernur yang telah didudukinya selama enam tahun. 


Dalam pernyataan video, politisi senior berusia 76 tahun itu membantah keras tuduhan bahwa dirinya melindungi Kartel Sinaloa demi keuntungan politik dan finansial. 

“Hati nurani saya bersih. Kepada rakyat dan keluarga saya, saya dapat menatap mata kalian karena saya tidak pernah mengkhianati kalian, dan saya tidak akan pernah melakukannya," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 3 Mei 2026. 

Rocha menegaskan dirinya akan menempug jalur hukum, sembari menyatakan kesediaan bekerja sama dengan penyelidikan pemerintah Meksiko.

Langkah serupa juga diambil Wali Kota Culiacán Juan de Dios Gámez Mendívil yang ikut mundur sementara sambil menyangkal seluruh dakwaan.

Sementara itu, Senator Enrique Inzunza yang juga masuk dalam daftar terdakwa memilih tetap menjabat meski harus menghadapi badai hukum.

Kongres lokal Sinaloa bergerak cepat dengan menunjuk Yeraldine Bonilla Valverde, sekutu politik Rocha, sebagai gubernur interim selama 30 hari. 

Mundurnya Rocha dan Gámez sekaligus menghapus perlindungan kekebalan hukum yang sebelumnya melekat pada jabatan mereka. 

Kasus ini menjadi ujian berat bagi Presiden Claudia Sheinbaum, yang kini terjepit antara menjaga stabilitas politik partainya dan menghadapi tekanan keras Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan perang melawan kartel.

Sheinbaum menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti bersalah, namun tetap menolak dominasi hukum Washington atas negaranya.

“Kami tidak akan pernah menundukkan diri karena ini menyangkut martabat rakyat Meksiko,” tegas Sheinbaum.

Di sisi lain, kantor jaksa agung Meksiko menyatakan belum akan menangkap para pejabat yang didakwa sebagaimana diminta AS, sambil menunggu hasil investigasi federal.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya