Berita

Presiden Prabowo Subianto di SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Transformasi Pendidikan Era Prabowo Cetak SDM Berdaya Saing

MINGGU, 03 MEI 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didik Mukrianto menilai transformasi pendidikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Didik, meski pendidikan Indonesia telah menunjukkan kemajuan, berbagai tantangan masih membayangi, mulai dari ketimpangan fasilitas di daerah terpencil, persoalan stunting, hingga kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah kota dan desa.

“Pendidikan Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan selama ini, namun tantangan masih besar,” ujarnya lewat akun X, Minggu, 3 Mei 2026.


Ia juga menyoroti tantangan baru di era digital, di mana anak-anak semakin rentan terhadap konten negatif, sementara kebutuhan kompetensi terus berubah mengikuti perkembangan zaman.

Dalam konteks itu, Didik menegaskan pembangunan SDM harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik tidak akan cukup tanpa diimbangi kualitas manusia yang sehat, terdidik, dan tangguh.

Didik menilai pendekatan holistik menjadi kunci, dengan mengintegrasikan aspek gizi, kesehatan, akses pendidikan, kualitas pembelajaran, serta perlindungan anak. Hal ini dinilai penting untuk memastikan generasi muda tumbuh optimal dengan dukungan nutrisi, lingkungan belajar yang aman, guru yang termotivasi, serta akses teknologi yang merata.

Ia menambahkan, menuju Indonesia Emas 2045, dibutuhkan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bersaing secara global.

Dalam hal ini, Didik mengapresiasi berbagai langkah pemerintah yang menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Ia menyebut kebijakan Presiden Prabowo tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia.

Sejumlah program dinilai menjadi solusi konkret, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi dan kesehatan yang baik sejak dini. Selain itu, program Sekolah Rakyat berasrama memberikan akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu, sementara SMA Garuda disiapkan sebagai sekolah unggulan untuk mengembangkan talenta terbaik bangsa.

Pemerintah juga mendorong revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran melalui renovasi gedung serta penyediaan perangkat teknologi, termasuk di daerah terpencil. Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan guru disebut menjadi langkah penting agar tenaga pendidik dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya.

Tak kalah penting, perlindungan anak di era digital melalui regulasi dan literasi digital juga menjadi perhatian, guna memastikan anak-anak terlindungi dari risiko dunia maya sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

Didik berharap berbagai program tersebut dapat segera terealisasi secara optimal, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat hingga 2029, renovasi puluhan ribu sekolah, serta distribusi perangkat digital ke berbagai daerah.

“Dengan kerja keras bersama dari pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Setiap langkah kecil menuju perbaikan pendidikan ad investasi untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung dan terus mengawal program-program tersebut agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Karena pendidikan adalah harapan bangsa dan masa depan yang cerah dimulai dari sini. Semoga langkah positif ini membawa manfaat luas bagi seluruh anak Indonesia,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya