Berita

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (Foto: RMOL/ Hani Fatunnisa)

Politik

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

MINGGU, 03 MEI 2026 | 07:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman yang berkomitmen membabat praktik penyelewengan dalam program pemerintah merupakan bagian dari dampak reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Adi, reshuffle kabinet beberapa waktu lalu memunculkan pertanyaan publik terkait urgensinya. Namun, ia melihat perombakan tersebut lebih berfokus pada pembenahan sektor komunikasi pemerintah.

Salah satu contohnya adalah perpindahan Qodari dari posisi Kepala Staf Presiden ke Badan Komunikasi Pemerintah, yang diproyeksikan memperkuat fungsi juru bicara istana. Posisi yang ditinggalkan Qodari kemudian diisi oleh Dudung.


Dalam konteks itu, Adi menilai KSP kini mengambil peran lebih strategis dalam mengawasi pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.

“Selama ini implementasi program seperti MBG kerap disorot publik, mulai dari kasus keracunan hingga menu yang tidak sesuai petunjuk teknis. Masih banyak dapur MBG yang bermasalah,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menegaskan, berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program tersebut menjadi hal yang penting untuk diawasi secara serius oleh KSP. Harapannya, pengawasan tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi juga diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.

Adi juga menyambut positif rencana KSP membuka layanan pengaduan 24 jam untuk menindak penyelewengan dalam program strategis nasional.

“Ini ide yang progresif. Tinggal bagaimana implementasinya. Karena dalam praktiknya, menyampaikan komitmen politik itu mudah, yang sulit adalah memastikan eksekusinya berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya