Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Maritime Lentera)

Bisnis

Industri Maritim Nasional Harus Bertransformasi Menuju Digitalisasi

MINGGU, 03 MEI 2026 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Industri maritim nasional kembali mencatat langkah strategis untuk siap bertransformasi menuju digitalisasi demi menopang kejayaan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar.

Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Pranala Digital Transmaritim (Pranala DT) dan PT Lentera Segara Indonesia (Maritime Lentera) terkait kerja sama di bidang digitalisasi maritim. 

Penandatanganan dilakukan langsung oleh General Manager Pranala DT, Zainal, bersama General Manager Maritime Lentera, Achmad Fadjar di Surabaya beberapa waktu lalu. 


General Manager Pranala DT, Zainal menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar nota kesepahaman di atas kertas, melainkan peta jalan konkret untuk mempercepat transformasi digital sektor maritim Indonesia.

“Kami melihat Maritime Lentera sebagai mitra yang sangat tepat. Keahlian teknis mereka di bidang desain kapal, konstruksi, dan supervisi galangan adalah fondasi nyata. Tugas kami adalah menghadirkan lapisan digital di atasnya, mulai dari perangkat lunak operasional kapal hingga sistem berbasis kecerdasan buatan,” ujar Zainal dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 2 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak menargetkan implementasi awal program bersama dalam waktu dekat. Dengan fokus pertama pada pelatihan talenta muda maritim dan pilot project sistem pemeliharaan berbasis AI.

“Kami ingin memastikan bahwa hasil kerja sama ini tidak berhenti di seremoni, tapi benar-benar berdampak bagi industri dan anak-anak muda maritim Indonesia,” tutup Zainal.

Senada, General Manager Maritime Lentera, Achmad Fadjar menyampaikan bahwa industri maritim nasional tidak bisa lagi menunda adopsi teknologi mutakhir untuk tetap kompetitif di kancah global.

“Kapal dan galangan masa depan akan sangat bergantung pada data, prediksi, dan otomasi. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku maritim, mulai dari pemilik kapal, galangan, hingga sumber daya manusianya siap menghadapi era maritim digital,” kata Achmad Fadjar.

Kerja sama ini menggabungkan dua kekuatan yang saling melengkapi. Pranala DT sebagai perusahaan teknologi maritim dengan rekam jejak lebih dari 16 tahun dalam pengembangan solusi berbasis ICT untuk industri pelayaran, serta Maritime Lentera yang dikenal sebagai konsultan teknis maritim dengan spesialisasi pada desain, engineering, konstruksi, dan supervisi galangan kapal.

Sejumlah arah kolaborasi yang akan dijalankan ke depan, di antaranya:

Pertama, pengembangan Kepemudaan maritim. Program pembinaan dan pelatihan bagi generasi muda maritim, termasuk mahasiswa pelayaran, taruna, dan talenta digital, agar siap mengisi kebutuhan industri 4.0 di sektor kelautan.

Kedua, digitalisasi operasional kapal. Integrasi perangkat lunak perencanaan muatan, stabilitas kapal, serta manajemen armada sesuai standar IMO, SOLAS, dan SIRE 2.0.

Ketiga, sistem AI untuk pemeliharaan kapal (Predictive Maintenance). Pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu memprediksi kerusakan komponen kapal sebelum terjadi, sehingga menekan biaya perawatan dan risiko kecelakaan di laut.

Keempat, digitalisasi galangan kapal. Penerapan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), digital twin, dan sistem pengawasan berbasis data untuk meningkatkan efisiensi proses pembangunan maupun reparasi kapal di galangan nasional.

Kolaborasi Pranala DT dan Maritime Lentera ini dinilai sejalan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.  

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya