Berita

Aksi Pronas Indonesia dalam peringatan May Day 2026 di Jakarta, 1 Mei 2026. (Foto: Pronas Indonesia)

Politik

Peringatan May Day 2026:

Pronas Indonesia Dorong Titik Balik Perjuangan Buruh

JUMAT, 01 MEI 2026 | 23:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ratusan delegasi yang tergabung dalam berbagai Serikat Buruh (SB) independen se-Jabodetabek turut bergerak ke jakarta. 

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang tuntutan tahunan, tetapi juga menjadi saksi lahirnya wadah perjuangan baru bagi kaum pekerja: Komite Persiapan Serikat Buruh Progresif Nasional (KP FSB Pronas Indonesia).

Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, Pronas Indonesia hadir untuk turut mewarnai gerakan buruh sebagai wadah alternatif bagi buruh di tanah air. Dengan semangat persatuan, organisasi ini berkomitmen bergerak menuju satu visi besar: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Juru Bicara KP Pronas Indonesia, Slamet Mulyadi menegaskan bahwa May Day 2026 harus menjadi titik balik perjuangan dan perlawanan buruh pada ketidakadilan yang lebih terstruktur dan progresif.

"Pronas Indonesia lahir sebagai jawaban atas kebutuhan buruh akan persatuan yang tidak berkompromi terhadap penindasan. Kami hadir untuk memastikan bahwa hak-hak buruh kembali menjadi prioritas dalam kebijakan nasional," ujar Slamet Mulyadi dalam keterangan yang diterima redaksi, Jakarta, 1 Mei 2026.

Dalam aksi tersebut, KP Pronas Indonesia mengusung sejumlah poin tuntutan krusial yang terangkum dalam agenda besar mereka, di antaranya:

Pertama, Regulasi Ketenagakerjaan, yakni mendesak pembentukan UU Ketenagakerjaan Baru yang berorientasi pada penguatan industri nasional dan kesejahteraan buruh secara nyata.

Kedua, kedaulatan ekonomi, yakni menolak tegas praktik imperialisme dan oligarki, serta menuntut pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 secara murni.

Ketiga, pemberantasan korupsi, yakni menuntut segera disahkannya UU Perampasan Aset Koruptor demi menyelamatkan kekayaan negara.

Keempat, kepastian kerja, yakni menuntut penghentian PHK sepihak, penghapusan sistem Outsourcing, dan pembukaan lapangan kerja yang luas.

Kelima, perlindungan pekerja digital dan sektoral, yakni menuntut pembatasan potongan aplikasi Ojek Online (Ojol) maksimal 5 persen, mendesak pemerintah membangun BUMN Aplikai atau mengambil alih aplikasi yang terbukti tidak adil. Serta penerapan Upah Minimum Nasional sesuai KHL.

Keenam, pemberdayaan ekonomi buruh, yakni mendorong kepemilikan saham bagi buruh melalui penguatan koperasi.

Ketujuh, hak dasar dan perlindungan sosial, yakni jaminan kesehatan gratis bagi rakyat dan pembebasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari jerat TPPO.

Kedelapan, setop diskriminasi terhadap buruh perempuan.

Kesembilan, solusi industrial, yakni pembentukan Komisi Nasional Hubungan Industrial (KNHI) sebagai mediator yang adil bagi konflik ketenagakerjaan.

Melalui momentum May Day ini, KP Pronas Indonesia mengajak seluruh elemen buruh di Indonesia untuk merapatkan barisan, berjuang bersama. 

“Kehadiran Pronas diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru yang menyatukan serikat-serikat buruh independen di seluruh Indonesia dalam satu barisan perjuangan yang dan progresif, meraih kesejahteraan bersama,” pungkas Slamet.


Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya