Berita

Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Nusantara (KMPN) membacakan Deklarasi Papua Damai. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Deklarasi Papua Damai

Pemuda KMPN Tegas Dukung Pembangunan dan NKRI

JUMAT, 01 MEI 2026 | 23:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kunci masa depan Tanah Papua tidak hanya terletak pada kekayaan alamnya, melainkan pada transformasi pola pikir (mindset) generasi muda dan pembersihan sistem tata kelola kebijakan.

Demikian dikatakan peneliti senior Merah Putih Strategic Institute (MPSI), Annas Fitrah Akbar dalam diskusi strategis bersama mahasiswa di Jakarta, dikutip Jumat 1 Mei 2026.

Annas mengungkapkan hasil riset MPSI yang menyoroti urgensi pembenahan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah masifnya tantangan global. Menurutnya, Papua adalah pusat peradaban dengan lebih dari 400 bahasa daerah. 


"Ini kekayaan yang jauh lebih berharga daripada emas. Namun, tantangan terbesarnya adalah sinkronisasi pemahaman lintas kelompok dan transparansi kebijakan," kata Annas.

Di sisi lain, Annas mengkritisi adanya celah dalam implementasi kebijakan di lapangan yang sering kali terhambat oleh masalah sistemik. Ia mendorong agar peran pemuda sebagai agen kontrol sosial berdasarkan UU No. 40 Tahun 2009 diperkuat untuk memastikan kebijakan tepat sasaran.

?Sebagai solusi konkret, MPSI mengusulkan pendekatan pendidikan berbasis asrama (boarding school) di wilayah rawan konflik. 

Model ini antara lain dirancang untuk memutus mata rantai habituasi negatif dengan menjauhkan generasi muda dari pengaruh lingkungan yang kurang sehat.

?Berikutnya membentuk disiplin baja dengan  menanamkan karakter dan mentalitas unggul sejak dini. Selanjutnya literasi masa depan dengan memperkuat pemahaman keuangan (menabung dan investasi) serta menjaga identitas budaya lokal.

?Senada, Ketua Mahasiswa UKI sekaligus Pembina Ikatan Mahasiswa Cendrawasih (IMACE UKI), Arman Wakum menekankan bahwa asrama adalah laboratorium integrasi. 

"Di asrama, perbedaan suku dan bahasa melebur menjadi satu kekuatan. Kami butuh sistem pendidikan satu komando agar mahasiswa Papua benar-benar membawa dampak nyata saat kembali ke daerah," kata Arman.

Dalam diskusi tersebut, Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Nusantara (KMPN) membacakan Deklarasi Papua Damai. Pernyataan sikap ini merupakan manifestasi cinta anak-anak Tanah Papua terhadap tanah kelahiran dan komitmen terhadap kedaulatan NKRI.

Pernyataan sikap tersebut di antaranya mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah Pusat dalam mempercepat akselerasi pembangunan dan pengembangan wilayah di seluruh Tanah Papua demi kesejahteraan masyarakat yang merata.

KMPN juga mendesak pemerintah menindak tegas tanpa kompromi oknum pejabat daerah yang menyalahgunakan anggaran pembangunan.

Terakhir, KMPN turut mendukung penegakan hukum yang adil dan transparan terhadap segala bentuk pelanggaran HAM di Papua, baik yang dilakukan oleh kelompok OPM (Organisasi Papua Merdeka) maupun oknum aparat yang tidak bertanggung jawab. Keadilan harus tegak di atas segalanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya