Berita

Peluncuran QRIS Cross Border di China melalui aplikasi wondr by BNI. (Foto: Dok. BNI)

Bisnis

QRIS BNI Kini Hadir di China, Transaksi Enggak Perlu Ribet Lagi

JUMAT, 01 MEI 2026 | 14:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat layanan digital dengan menghadirkan fitur QRIS Cross Border di China melalui aplikasi wondr by BNI. Inovasi ini memungkinkan nasabah bertransaksi di luar negeri tanpa perlu menukar uang tunai.

Melalui fitur tersebut, nasabah BNI dapat melakukan pembayaran di merchant yang terhubung dengan Alipay dan UnionPay cukup dengan memindai kode QR.

Peluncuran layanan ini dilakukan bersama Bank Indonesia (BI) dan para pemangku kepentingan sistem pembayaran pada 30 April 2026. Hadir dalam acara tersebut Gubernur BI Perry Warjiyo, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, serta Menko PMK Pratikno.


Senior Executive Vice President Network and Sales BNI, Sri Indira, mengatakan pengembangan fitur ini merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat integrasi sistem pembayaran global.

“Ini langkah nyata BNI dalam mendukung ekosistem pembayaran digital yang semakin global. Kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan mudah di mana pun, termasuk di China,” ujar Sri Indira, Jumat, 1 Mei 2026.

Tak hanya memudahkan nasabah Indonesia di luar negeri, fitur ini juga membuka peluang bagi wisatawan asal China untuk bertransaksi di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran yang telah terintegrasi dengan QRIS.

Implementasi QRIS Cross Border menjadi tonggak penting dalam memperkuat interkoneksi sistem pembayaran antara Indonesia dan China, sekaligus mendorong peningkatan transaksi lintas negara, khususnya dari sektor pariwisata.

Berdasarkan data BI, volume transaksi pembayaran digital pada triwulan I 2026 mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76 persen secara tahunan. Tren ini mencerminkan meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital di berbagai sektor.

Ke depan, BNI berencana memperluas layanan QRIS Cross Border ke sejumlah negara lainnya sebagai bagian dari strategi penguatan layanan digital global.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital internasional.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya