Berita

Kolase Prof. Abdul Haris Fatgehipon dan peta Pulau Papua. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Integrasi Papua ke NKRI Sebuah Perjuangan dan Harapan Bersama

JUMAT, 01 MEI 2026 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Guru Besar bidang resolusi konflik dan damai dari Universitas Negeri Jakarta, Prof. Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan bahwa integrasi Papua ke dalam Indonesia bukan semata hasil strategi negara, melainkan juga buah dari keterlibatan dan perjuangan bersama rakyat Papua.

Menurut dia, proses integrasi Papua memiliki dimensi historis yang panjang, yang tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh lokal Papua yang turut memperjuangkan masa depan wilayahnya dalam kerangka kebangsaan Indonesia.

“Integrasi Papua harus dimaknai sebagai perjuangan bersama. Bukan hanya negara, tetapi juga rakyat Papua yang memiliki aspirasi untuk hidup dalam satu kesatuan Indonesia,” ujar Prof. Abdul Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 30 April 2026.


Ia menjelaskan bahwa pada masa kepemimpinan Sukarno, pemerintah Indonesia mengombinasikan berbagai strategi untuk memperjuangkan pengembalian Irian Barat. 

"Strategi pemimpin besar bangsa Indonesia saat itu Bung Karno dengan memulai dari diplomasi budaya dengan mengangkat Zainal Abidin Sjah sebagai Gubernur Irian Barat, diplomasi internasional dengan dukungan Amerika Serikat dan Uni Soviet, hingga mobilisasi kekuatan nasional," jelasnya. 

Namun demikian, lanjut dia, narasi besar integrasi Papua tidak boleh mengabaikan kontribusi tokoh-tokoh Papua yang sejak awal telah menunjukkan komitmen terhadap Indonesia. 

"Tokoh besar Papua, di antaranya adalah Frans Kaisiepo, yang dikenal sebagai salah satu penggagas identitas “Irian” dan pendukung integrasi seperti Silas Papare, yang aktif memperjuangkan Papua tetap dalam NKRI; serta Marthen Indey, yang terlibat dalam gerakan politik melawan kolonialisme Belanda," tegasnya. 

Selain itu, peran Johannes Abraham Dimara juga menjadi simbol keterlibatan rakyat Papua dalam perjuangan fisik dan politik untuk bergabung dengan Indonesia.

“Tokoh-tokoh Papua ini menunjukkan bahwa integrasi bukanlah sesuatu yang dipaksakan, melainkan juga lahir dari dinamika aspirasi sebagian masyarakat Papua yang ingin menjadi bagian dari Indonesia,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya