Berita

Selat Hormuz (Foto: Oil Info)

Dunia

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran dilaporkan memberikan pengecualian tarif transit di Selat Hormuz kepada sejumlah negara, termasuk Rusia. 

Kebijakan tersebut dinilai menandai penggunaan Selat Hormuz bukan hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga alat manuver diplomatik.

Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengatakan pengecualian itu diberikan untuk negara-negara sahabat, meski belum ada jaminan kebijakan tersebut bersifat permanen. 


“Saat ini kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, kementerian luar negeri kami saat ini sedang berupaya menerapkan pengecualian yang direncanakan untuk negara-negara sahabat, seperti Rusia," ujar Jalali seperti dikutip RIA Novosti, Jumat, 24 April 2026.

Kebijakan itu muncul setelah Iran mengumumkan rencana mengenakan biaya transit di Selat Hormuz menyusul serangan AS-Israel terhadap negara tersebut. 

Teheran menyebut pungutan itu berkaitan dengan biaya untuk menjamin keamanan jalur pelayaran penting tersebut, seraya menegaskan selat baru akan dibuka kembali sepenuhnya setelah blokade laut AS dicabut total.

Sehari sebelumnya, Wakil Ketua Pertama Parlemen Iran Hamid Reza Haji Babaei menyatakan Iran untuk pertama kalinya telah menerima pembayaran dari tarif transit di Hormuz, dengan dana telah ditransfer ke rekening bank sentral negara itu. 

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa kebijakan pungutan yang sebelumnya hanya berupa rencana kini mulai diterapkan.

Pengecualian untuk Rusia dipandang sebagai sinyal Iran mulai membedakan perlakuan terhadap negara-negara mitra dan pihak yang dianggap berseberangan. 

Dalam konteks konflik yang masih berlangsung, akses di Selat Hormuz pun terlihat mulai dijadikan instrumen tekanan sekaligus insentif politik.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit penghubung Teluk Persia dan Teluk Oman, serta satu-satunya akses maritim menuju laut lepas. 

Sebelum perang pecah, sekitar 20 juta barel minyak per hari atau hampir seperlima konsumsi global melintasi jalur ini, menjadikannya salah satu titik paling sensitif bagi stabilitas energi dunia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya