Berita

Menhut Raja Juli Antoni dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor BMKG, Jakarta pada Rabu, 22 April 2026. (Foto: Humas Kemenhut)

Nusantara

BMKG dan Kemenhut Siapkan OMC Cegah Karhutla Akibat El Nino

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 21:10 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Kehutanan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) guna menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi mulai terjadi pada semester kedua tahun ini di Kantor BMKG, Jakarta pada Kamis, 23 April 2026.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menhut Raja Juli Antoni dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, disaksikan oleh Wamenhut Rohmat Marzuki serta jajaran Pejabat Tinggi Madya Kemenhut dan BMKG.

Salah satu strategi utama yang disepakati yakni, optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan saat ini sudah berlangsung di Riau dan Kalimantan Barat sebagai langkah deteksi dini. 


"Mencegah karhutla jauh lebih baik daripada memadamkan api. Kita terus pantau tinggi muka air tanah, terutama di lahan gambut. Jika sudah di bawah 40 cm, kita segera lakukan OMC untuk re-wetting atau pembasahan kembali guna menjaga cadangan air tanah," kata Raja Juli.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa sinergi juga berfokus pada upaya preventif (pencegahan) ketimbang kuratif (pemadaman). 

Sebab, prediksi kemarau yang datang lebih cepat dan berakhir lebih lambat dibanding tahun lalu perlu diantisipasi oleh semua pihak.

"Tugas BMKG adalah mendukung Kementerian Kehutanan dalam hal pengendalian kebakaran hutan, lahan, serta kekeringan. Kita mengupayakan agar tahun ini kita lebih siap memitigasi. Kami tidak hanya bekerja secara kuratif saat api sudah menyala, tapi memperkuat aspek preventif melalui integrasi data untuk memprediksi titik rawan," ujar Kepala BMKG.

Selain integrasi data, BMKG juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memasang Aloptama (Alat Operasional Utama) dan sensor-sensor meteorologi penting di area kawasan hutan untuk meningkatkan akurasi dan keandalan data iklim nasional.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya