Berita

Pendakwah Khalid Basalamah. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 20:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Selama tiga jam diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pendakwah Khalid Basalamah kembali mengaku sebagai korban dalam persoalan kuota haji yang tengah disidik KPK.

Pantauan RMOL, Khalid Basalamah telah diperiksa sebagai saksi selama sekitar tiga jam di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 23 April 2026.

"Saya dipanggil sebagai saksi, diminta sebagai saksi dan sebagai warga negara yang baik, kita menjawab. Ini kan wali amr ya, pemerintah, kita menjawab," kata Khalid kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis malam, 23 April 2026.


Khalid pun mengaku tidak pernah berinteraksi dengan nama-nama yang terseret skandal kuota haji, seperti nama Yaqut Cholil Qoumas selaku mantan Menteri Agama, maupun nama staf Yaqut bernama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.

"Di sini ada nama-nama yang saya tidak pernah interaksi, seperti mantan Menteri Agama, staf khususnya itu saya tidak tahu. Dan hari ini saya dipanggil kapasitasnya sebagai Ketua Asosiasi Mutiara Haji," terangnya.

Bahkan, Khalid pun mengaku tidak pernah berinteraksi dengan bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur terkait kuota haji.

"Bukan nggak kenal, kan secara umum pasti orang kenal. Nggak, interaksi kalau masalah urusan-urusan seperti ini tentu tidak ya," tegas dia.

Tak hanya itu, Khalid pun mengaku tidak mengetahui soal aliran uang ke pejabat di Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, dirinya diperiksa murni persoalan berhubungan dengan PT Muhibah di Pekanbaru.

"Tadinya PT Zahra ini murni furoda. Kemudian datanglah, sudah kami bayar hotelnya di sana, sudah kami bayar visanya, nah tiba-tiba datang PT Muhibah ini nawarkan dengan alasan visa resmi. Makanya kami semua terdaftar di PT Muhibah. Dan sudah kami serahkan semua ke pihak KPK data itu. Saya pun namanya di PT Muhibah," jelasnya.

"Nah, pada saat kami sudah keluar visanya, kami berangkat, ya kami tahunya itu dari PT Muhibah. Jadi kami cuma sampai di situ, kami tidak pernah tahu masalah Kementerian Agama, stafnya, ngak pernah kami interaksi sama sekali. Makanya saya bahasakan, kami korban," sambung Khalid.

Saat disinggung nama tersangka baru dalam perkara ini, ia pun mengaku tidak ingat.

"Oh nggak, nggak. Bukan masalah tidak kenal. Mungkin saya tidak tahu pernah ketemu atau apa, tapi saya tidak pernah tahu tentang permasalahan bicara masalah haji atau apa itu, saya tidak pernah tahu menahu masalah itu. Karena sebatas kami, saya ke Ibnu Masud, Muhibah. Clear, sampai di situ saja. Kalau selanjutnya saya tidak pernah berinteraksi," pungkas Khalid.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya