Berita

Gubernur Lemhannas, TB Ace Hasan Syadzily bersama jajaran dan Sekjen KPK Cahya H Harefa di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Lemhannas Gembleng Calon Pemimpin di KPK

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 13:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka memperkuat integritas calon pimpinan nasional.

Kunjungan tersebut dipimpin Gubernur Lemhannas, TB Ace Hasan Syadzily dengan melibatkan peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-69.

“Sebanyak 110 peserta ikut dalam kunjungan ini, terdiri dari calon perwira tinggi TNI-Polri, ASN, dan masyarakat sipil,” kata Ace kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 23 April 2026.


Ace menjelaskan, pembentukan karakter pemimpin berintegritas menjadi salah satu fokus utama dalam kurikulum Lemhannas.

“Targetnya bukan hanya memahami geopolitik dan konsensus kebangsaan, tapi juga mencetak calon pimpinan nasional yang berintegritas dan antikorupsi,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan ke KPK menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran peserta agar memahami langsung praktik pemberantasan korupsi.

“Peserta bisa melihat bagaimana kerja para insan antikorupsi, termasuk proses penyelidikan hingga pengelolaan barang rampasan,” jelas Ace.

Ia berharap, pengalaman tersebut dapat memperkuat komitmen peserta untuk menjaga integritas saat menduduki jabatan strategis di masa mendatang.

“Komitmen Lemhannas adalah mencetak pemimpin yang tidak hanya punya wawasan, tetapi juga berintegritas dalam melawan korupsi,” tegasnya.

Ace juga mengapresiasi KPK atas kolaborasi yang terjalin dalam proses pendidikan tersebut.

“Ini bentuk kerja sama yang baik dalam upaya memastikan pencegahan korupsi terus diperkuat,” tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya