Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setwapres)

Politik

Gaya Komunikasi Gibran Dinilai Semakin Matang

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pola komunikasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kini dinilai mulai lebih cair, terukur, dan sarat lapisan makna dibandingkan periode-periode sebelumnya disorot Analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, perubahan terlihat dari sejumlah pernyataan Gibran belakangan ini. Salah satunya ketika ia merespons klaim Jusuf Kalla yang menyebut dirinya berjasa menjadikan Joko Widodo sebagai presiden. Alih-alih menghindar, Gibran justru merespons dengan memuji JK sebagai "senior, mentor, sekaligus idola."

"Oke lah sekarang mas Gibran ini mulai menemukan ritme komunikasinya sendiri, mulai tidak kaku, tapi enggak asal bicara juga, seperti ada pesan yang tersampaikan secara tersirat di balik setiap pernyataannya," ujar Hensa, Kamis, 23 April 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini melihat respons Gibran terhadap JK itu bukan tanpa kalkulasi. Di satu sisi, pernyataan itu merawat hubungan baik dengan tokoh senior yang memiliki jaringan luas.

Di sisi lain, menurutnya, Gibran seolah menutup celah konflik tanpa harus masuk ke dalam perdebatan soal sejarah politik keluarganya.

"Yang dilakukan Gibran itu cerdas secara komunikasi. Dia tidak membantah, tidak juga membenarkan sepenuhnya. Justru dengan memuji JK, dia keluar dari jebakan narasi itu dengan elegan," kata Hensa.

Pola serupa juga menurutnya terlihat ketika Gibran kerap kali menyuarakan agar program-program Presiden Prabowo Subianto dapat berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Hensa, pernyataan itu bisa dibaca sederhana sebagai bentuk loyalitas seorang wakil presiden, meski ia juga melihat ada dimensi lain yang patut dicermati.

"Ketika seorang wakil presiden terus-menerus memposisikan dirinya sebagai eksekutor setia agenda presiden, itu bisa dibaca sebagai konsolidasi citra. Gibran sedang membangun rekam jejaknya sendiri, pelan tapi konsisten, ini bisa jadi bagus juga tidak untuk Pak Prabowo," kata Hensa.

Perubahan gaya komunikasi Gibran mencerminkan proses pendewasaan politik yang nyata, dari sosok yang sempat dianggap hanya mengandalkan efek ekor jas, kini Gibran mulai aktif membentuk narasi politiknya sendiri, meski tetap dalam bingkai yang aman dan tidak konfrontatif.

"Gibran sekarang tidak lagi sekadar hadir di panggung politik, dia mulai mengisi panggung itu dengan caranya sendiri. Apakah ini akan terus berkembang atau justru berhenti di titik tertentu, itu yang menarik untuk kita pantau ke depan," ujar Hensa.

Hensa juga menyoroti kemampuan Gibran menjaga keseimbangan antara merawat poros lama dan memperkuat poros baru. Pujian kepada JK yang merupakan representasi jaringan lama Jokowi, diikuti dengan penguatan narasi pro-Prabowo, menunjukkan bahwa Gibran tidak ingin kehilangan satu pun dari kedua sisi tersebut.

"Ini bukan komunikasi yang polos. Ada strategi di baliknya. Dan kalau polanya konsisten, kita akan mulai melihat Gibran bukan hanya sebagai wakil presiden, tapi sebagai aktor politik yang mulai berbicara dengan suaranya sendiri," pungkas Hensa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya