Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. (Fot0: Dok. Humas MK)

Politik

Pengusutan Serangan terhadap Andrie Yunus Jadi Ujian Negara

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 12:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat penegak hukum didesak segera mengadili empat pelaku di balik serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan.

Ahli Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menilai Andrie dikenal sebagai aktivis yang konsisten bekerja untuk kepentingan publik dan kerap menyuarakan berbagai bentuk ketidakadilan di masyarakat.

Ia menyebut, Andrie memiliki sikap ramah, namun dapat bersikap tegas ketika negara bertindak tidak adil terhadap warganya.
“Semua orang tahu kebaikan dia selalu dengan keramahannya. Dan keramahannya itu bisa berubah jadi marah ketika negara bertindak tidak wajar kepada warga negaranya,” ujar Feri.

“Semua orang tahu kebaikan dia selalu dengan keramahannya. Dan keramahannya itu bisa berubah jadi marah ketika negara bertindak tidak wajar kepada warga negaranya,” ujar Feri.

Menurut Feri, negara memiliki kewajiban penuh untuk mengusut tuntas kasus ini, mengingat korban merupakan pembela hak asasi manusia yang memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

Ia juga meminta seluruh lembaga negara?"termasuk presiden, kepolisian, dan kejaksaan?"memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus tersebut.

“Hari ini negara memperlakukan Andrie Yunus dengan tidak patut. Oleh karena itu saya ingin menghimbau negara dalam hal ini Presiden, Kapolri, Kejaksaan Agung, dan seluruh aparat negara untuk bersungguh-sungguh mengungkap perkara itu,” tegasnya.

Feri mengingatkan, kegagalan aparat dalam mengungkap pelaku justru dapat memicu kecurigaan publik terhadap negara.

“Jika negara gagal mengungkap siapa pelaku kejahatan dan perbuatan keji ini, bagi kami negara adalah bagian dari kejahatan itu,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya