Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham di Asia bergerak menguat dan bahkan mencetak rekor baru pada pembukaan perdagangan Kamis 23 April 2026, terutama di Jepang dan Korea Selatan. 

Sentimen investor terdorong oleh kabar dari Amerika Serikat (AS) di mana Presiden Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu. Keputusan ini memberi harapan meredanya konflik, meski situasi di Timur Tengah masih belum sepenuhnya stabil.

Dikutip dari CNBC International, Di Jepang, indeks Nikkei 225 sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 60.013 sebelum akhirnya turun tipis sekitar 0,3 persen akibat aksi ambil untung. 


Sementara indeks Kospi Korea Selatan justru terus menguat dan mencetak rekor intraday baru, naik lebih dari 1 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bergerak fluktuatif dan ditutup melemah sekitar 0,7 persen. Pasar saham Hong Kong melalui indeks Hang Seng Index juga terkoreksi sekitar 0,5 persen, sementara indeks Shanghai di China turun tipis. Di sisi lain, indeks CSI300 China justru mencatat kenaikan ringan.

Kenaikan pasar di Asia juga didukung oleh performa ekonomi dan sektor korporasi. Di Jepang, aktivitas manufaktur meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir, didorong peningkatan produksi akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari konflik Timur Tengah. Saham SoftBank Group melonjak lebih dari 6 persen setelah muncul kabar perusahaan tersebut berencana menambah utang besar untuk ekspansi kecerdasan buatan (AI).

Di Korea Selatan, ekonomi tumbuh 1,7 persen pada kuartal pertama, melampaui ekspektasi pasar dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak 2020. Saham Samsung Electronics juga mencetak rekor harga baru, mencerminkan optimisme investor terhadap sektor teknologi. Meski begitu, pasar juga mencermati potensi aksi mogok pekerja yang bisa memengaruhi produksi ke depan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya