Berita

Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Huriyah. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Puskapol UI Soroti Anggota KPU Titipan Parpol

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 03:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) menyoroti seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang cenderung terafiliasi partai politik (parpol).

Hal tersebut disampaikan Direktur Puskapol UI, Huriyah dalam diskusi publik di Media Center Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 22 April 2026.

Dalam risetnya, Huriyah menyebutkan temuan Puskapol UI terkait perubahan tren afiliasi anggota KPU daerah terpilih, dari awalnya di Pemilu 2019 hanya kepada organisasi masyarakat (ormas).


"Di riset kami tahun 2018-2019, yaitu pengaruh partai politik, titipan partai,"  kata Huriyah.

Tren afilisi yang dimaksud, dijelaskan Huriyah, berbentuk intervensi terhadap seleksi yang berjalan. Terlebih prosesnya dilakukan dalam mekanisme yang nuansa politiknya kental meskipun bersifat terbuka dengan membentuk tim seleksi (timsel).

"Tetapi praktiknya sebenarnya adalah multi-party based. Ada dukungan partai tapi ini enggak dibuka," kata Huriyah.

Karenanya, Huriyah tak yakin proses pemilu independen, karena penyelenggaranya terafiliasi parpol atau ormas.

"Misalnya ada pelanggaran partai A, apakah kemudian ini akan diproses secara serius," tanya Huriyah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya