Berita

Lingkar Muda Indonesia mendesak Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menjaga konsistensi garis perjuangan di ruang publik. (Foto: Dok. LMI)

Nusantara

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

RABU, 22 APRIL 2026 | 22:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lingkar Muda Indonesia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas lembaga advokasi hukum, termasuk Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) untuk menjaga konsistensi garis perjuangan di ruang publik.

Koordinator Pusat Lingkar Muda Indonesia, Alfian Sangadji menyatakan, keterbukaan menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga advokasi.

“Kami mendorong adanya audit independen terhadap aliran dana YLBHI, terutama yang bersumber dari donor asing, dan hasilnya perlu disampaikan secara transparan kepada publik,” ujar Alfian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.


Menurutnya, tanpa transparansi yang memadai, ruang spekulasi akan terbuka dan berpotensi memengaruhi kredibilitas lembaga. Kondisi tersebut dinilai dapat menjauhkan YLBHI dari masyarakat yang selama ini menjadi basis perjuangannya.

“Lembaga advokasi tidak boleh berada dalam ruang gelap. Semakin besar perannya di ruang publik, semakin besar pula tuntutan untuk terbuka,” jelasnya.

Selain itu, Lingkar Muda Indonesia juga menyoroti pentingnya menjaga independensi lembaga dari potensi intervensi pihak luar. Alfian menilai, integritas advokasi hukum harus tetap berdiri di atas kepentingan nasional.

“Kami berharap YLBHI dapat memastikan tidak ada intervensi yang berpotensi memengaruhi independensi lembaga,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar YLBHI konsisten dalam menjalankan fungsi advokasi secara objektif dan tidak selektif dalam menangani perkara hukum.

“Penegakan keadilan harus dilakukan secara adil dan menyeluruh,” tegas Alfian.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya