Berita

Mahfud MD. (Foto: YouTube Mahfud MD Official)

Politik

Mahfud MD: Tuduhan Makar ke Saiful Mujani Mengada-ada

RABU, 22 APRIL 2026 | 20:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan pembelaan terhadap Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait tuduhan makar untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi menurut saya tuduhan makar itu mengada-ada ke Saiful. Lagian sejak awal pemerintahan, statement seperti Pak Saiful banyak kok. Misal dulu (1998), ada yang minta Habibie turun, Habibie nggak becus, nggak diapa-apain kok,” kata Mahfud dikutip dalam kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu, 22 April 2026. 

Lanjut dia, ungkapan untuk meminta presiden turun juga sering dilontarkan oleh aktivis atau tokoh di era Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Jokowi.


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu lantas menganggap ada yang tidak fair terhadap tuduhan kepada Saiful Mujani yang juga hadir di podcast tersebut.

"Ini tidak fair, buang-buang waktu, enggak ada makar di kasus ini. Orang menyatakan pendapat dilindungi konstitusi. Selama tidak ada pelanggaran pidana lakukan apa saja. Buat petisi lah dan lainnya," jelas dia.

Mahfud sebelumnya menjelaskan dalam aturan yang berlaku soal definisi makar. Hal itu harus terpenuhi unsur atau delik pidananya. 

Ia mengutip Pasal 193 UU No. 1 Tahun 2023 soal tindak pidana menggulingkan pemerintah.

"Itu jelas yang maksud menggulingkan itu pertama meniadakan susunan pemerintah, dan kedua mengganti pemerintahan. Nah dia (Saiful) memang mau meniadakan pemerintah? Pernyataan Saiful kemarin membuat susunan pemerintah? Ini susunan pemerintah tidak ada. Hanya menyatakan pendapat. Nggak bisa (disebut makar)," tandasnya.

Gelombang laporan terhadap Saiful Mujani terus bergulir sejak 10 April 2026. Pihak yang melaporkan pendiri SMRC ke polisi, di antaranya Direktur Eksekutif Merah Putih Strategik Indonesia (MPSI) Noor Azhari, kemudian Robina Akbar dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur, dan ada juga dari Aliansi Mahasiswa Nusantara.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya