Berita

Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib, saat sowan ke Abuya Muhtadi Dimyati, pengasuh PP Roudlotul Ulum Cidahu Pandeglang Banteng, sekaligus Mustasyar PBNU. (Foto: Istimewa)

Politik

Gus Salam Sodorkan Peta Jalan untuk Kembali Gairahkan NU

SELASA, 21 APRIL 2026 | 15:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Banyak masukan dari kalangan Nahdliyin jelang muktamar ke-35 NU. Salah satunya dari struktural dan komunitas NU di Banten yang menegaskan strategi kaderisasi berjenjang, masif dan sistematis. 

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib, membangkitkan dan menggairahkan NU harus dilakukan dengan jalur ideologis yakni bergerak dan berkhidmah demi kemashlahatan dan kemajuan umat.

Peta jalan itu disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Salam usai dirinya sowan ke Abuya Muhtadi Dimyati, pengasuh PP Roudlotul Ulum Cidahu Pandeglang Banteng, sekaligus Mustasyar PBNU. 


Sebelumnya dirinya juga telah sowan ke Rais Syuriyah PWNU Banten dan bertemu tanfidziyah PWNU-PCNU se-Banten.  Silaturahmi ini juga menjadi bagian dari ikhtiar Gus Salam yang tengah maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU dalam muktamar mendatang.

“Abuya Muhtadi Dimyati, ulama sepuh Pakubumi Banten, berpesan agar Ulama-NU turut menjaga ketentraman masyarakat dan perbaikan ekonomi bangsa,” cerita Gus Salam tentang nasehat Abuya Muhtadi Dimyati, dikutip Selasa, 21 April 2026.

“Saya menangkap pesan itu sebagai perintah agar NU ke depan memberi tekanan dan penegasan prioritas program untuk lebih menguatkan sabuk pengaman di tengah masyarakat, sekaligus bersama pemerintah membangkitkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa”, tambahnya.

Sejalan dengan nasehat Abuya Muhtadi, dalam forum silaturrohim dan dialog di kediaman KH Ahmad Imron, dikenal Gus Imron, Pengasuh PP Daarul Falahiyah Cisoka Tangerang Banten, ketua-ketua PCNU se-Banten menyampaikan pentingnya sinergi dengan pola kemitraan dan berbagi peran antara PBNU hingga PCNU pada hal-hal konkrit dan produktif.

“Kyai-kyai PCNU berharap sinergi PBNU hingga struktur bawah dijalankan untuk melayani kepentingan nyata-konkrit dirasakan masyarakat-nahdliyyin, khususnya di bidang keagamaan, sosial budaya dan ekonomi,” ungkap Gus Salam.

Gus Salam menegaskan banyak inisiatif, produktif dan inovasi dari akar rumput. Maka dari itu yang diperlukan adalah memfasilitasi dan mendampingi pengembangannya. Bukan mengendalikan disertai birokrasi struktural yang ribet, apalagi dibumbui tekanan bersifat instruktif-doktrinal.

“Hindari kesan intimidatif dan sikap arogan dalam mengkoordinasikan dan mengkonsolidasi gerakan pelayanan NU arus bawah. Ini akan memicu cidera ruh berjam’iyyah yang tidak mudah diobati,” tandas Gus Salam.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya